Rumah Muslim India Dibuldoser, Ribuan Orang Turun ke Jalan
Kamis, 16 Juni 2022 - 23:36 WIB
loading...
Ribuan orang turun ke jalan memprotes penghancuran rumah Muslim India. Foto/Globe and Mail
A
A
A
LUCKNOW - Aksi protes meletus di sejumlah kota India mengutuk pembongkaran rumah dan toko milik kelompok Muslim. Sejumlah kritikus menyebut tindakan tersebut sebagai "keadilan buldoser" yang ditujukan untuk menghukum para aktivis dari kelompok minoritas.
Muslim India melakukan aksi protes atas pernyataan yang menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh dua juru bicara partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata, pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Partai itu kemudian menangguhkan salah satu dari mereka dan memecat yang lain, mengeluarkan pernyataan langka yang mengatakan sangat mencela penghinaan terhadap kepribadian agama mana pun.
Pihak berwenang di negara bagian utara Uttar Pradesh mengendarai buldoser untuk meruntuhkan rumah seorang pengunjuk rasa pada Sabtu lalu setelah aksi unjuk rasa pada harisebelumnya berubah menjadi kerusuhan. Buldoser juga menghancurkan properti pengunjuk rasa di dua kota lain di Uttar Pradesh pekan lalu.
Pada bulan April, pihak berwenang di New Delhi menggunakan buldoser untuk menghancurkan toko-toko milik Muslim beberapa hari setelah kekerasan komunal di mana puluhan orang ditangkap. Insiden serupa telah dilaporkan di negara bagian lain.
Baca juga: India Sangat Tegang, 400 Muslim Ditangkap dalam Protes Penghinaan Nabi Muhammad
Pada hari Selasa, 12 orang terkemuka, termasuk mantan hakim dan pengacara Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi, mengirim surat kepada hakim agung India mendesaknya untuk mengadakan sidang tentang pembongkaran, menyebut tindakan itu ilegal dan suatu bentuk hukuman di luar hukum kolektif. Mereka menuduh pemerintah Uttar Pradesh menekan perbedaan pendapat dengan menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.
Muslim India melakukan aksi protes atas pernyataan yang menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh dua juru bicara partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata, pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Partai itu kemudian menangguhkan salah satu dari mereka dan memecat yang lain, mengeluarkan pernyataan langka yang mengatakan sangat mencela penghinaan terhadap kepribadian agama mana pun.
Pihak berwenang di negara bagian utara Uttar Pradesh mengendarai buldoser untuk meruntuhkan rumah seorang pengunjuk rasa pada Sabtu lalu setelah aksi unjuk rasa pada harisebelumnya berubah menjadi kerusuhan. Buldoser juga menghancurkan properti pengunjuk rasa di dua kota lain di Uttar Pradesh pekan lalu.
Pada bulan April, pihak berwenang di New Delhi menggunakan buldoser untuk menghancurkan toko-toko milik Muslim beberapa hari setelah kekerasan komunal di mana puluhan orang ditangkap. Insiden serupa telah dilaporkan di negara bagian lain.
Baca juga: India Sangat Tegang, 400 Muslim Ditangkap dalam Protes Penghinaan Nabi Muhammad
Pada hari Selasa, 12 orang terkemuka, termasuk mantan hakim dan pengacara Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi, mengirim surat kepada hakim agung India mendesaknya untuk mengadakan sidang tentang pembongkaran, menyebut tindakan itu ilegal dan suatu bentuk hukuman di luar hukum kolektif. Mereka menuduh pemerintah Uttar Pradesh menekan perbedaan pendapat dengan menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.
Lihat Juga :