Pemimpin Kelompok Muslim India Imbau Pengikutnya Hindari Aksi Protes
Selasa, 14 Juni 2022 - 04:00 WIB
loading...
Pemimpin Kelompok Muslim India Imbau Pengikutnya Hindari Aksi Protes. FOTO/Reuters
A
A
A
MUMBAI - Pemimpin kelompok Islam terkemuka di India pada Senin (13/6/2022) mengimbau sesama Muslim untuk menunda rencana protes terhadap pernyataan menghina tentang Nabi Muhammad SAW yang dibuat oleh dua anggota partai nasionalis Hindu yang berkuasa.
Pesan untuk menghindari pertemuan besar diedarkan setelah demonstrasi berubah menjadi kekerasan minggu lalu, yang menyebabkan kematian dua remaja Muslim dan melukai lebih dari 30 orang, termasuk polisi.
Baca: Kisah Pilu Aktivis Muda Muslim India, Ayah Ditangkap Polisi dan Rumah Dihancurkan
“Adalah kewajiban setiap Muslim untuk berdiri bersama ketika ada yang meremehkan Islam. Tetapi pada saat yang sama penting untuk menjaga perdamaian,” kata Malik Aslam, anggota senior Jamaat-e-Islami Hind, sebuah organisasi Muslim yang beroperasi di beberapa negara bagian India, seperti dikutip dari Reuters.
Awal bulan ini, dua anggota senior Partai Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi membuat pernyataan yang menyinggung umat Islam. Seorang juru bicara partai membuat komentar yang menyinggung dalam debat televisi dan juru bicara partai di media sosial.
Pesan untuk menghindari pertemuan besar diedarkan setelah demonstrasi berubah menjadi kekerasan minggu lalu, yang menyebabkan kematian dua remaja Muslim dan melukai lebih dari 30 orang, termasuk polisi.
Baca: Kisah Pilu Aktivis Muda Muslim India, Ayah Ditangkap Polisi dan Rumah Dihancurkan
“Adalah kewajiban setiap Muslim untuk berdiri bersama ketika ada yang meremehkan Islam. Tetapi pada saat yang sama penting untuk menjaga perdamaian,” kata Malik Aslam, anggota senior Jamaat-e-Islami Hind, sebuah organisasi Muslim yang beroperasi di beberapa negara bagian India, seperti dikutip dari Reuters.
Awal bulan ini, dua anggota senior Partai Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi membuat pernyataan yang menyinggung umat Islam. Seorang juru bicara partai membuat komentar yang menyinggung dalam debat televisi dan juru bicara partai di media sosial.
Lihat Juga :