Biden Umumkan Bantuan Senjata Rp14 Triliun untuk Ukraina

Kamis, 16 Juni 2022 - 01:37 WIB
loading...
Biden Umumkan Bantuan...
Presiden AS Joe Biden umumkan bantuan senjata terbaru untuk Ukraina senilai Rp14 triliun. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu waktu setempat mengumumkan suntikan senjata baru senilai USD1 miliar atau sekitar Rp14 triliun untuk Ukraina . Menurut sejumlah sumber, paket bantuan itu termasuk sistem roket anti-kapal, roket artileri, dan peluru untuk meriam howitzer.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy , Biden mengatakan dia memberi tahu pemimpin Ukraina itu tentang bantuan persenjataan baru.

"Saya memberi tahu Presiden Zelenskiy bahwa Amerika Serikat memberikan bantuan keamanan senilai USD1 miliar lagi untuk Ukraina, termasuk artileri tambahan dan senjata pertahanan pantai, serta amunisi untuk artileri dan sistem roket canggih," kata Biden dalam sebuah pernyataan setelah melakukan pembicaraan telepon selama 41 menit seperti dilansir dari Reuters, Kamis (16/6/2022).

Presiden AS itu juga mengumumkan tambahan USD225 juta (Rp3,3 triliun) dalam bantuan kemanusiaan untuk membantu orang-orang di Ukraina, termasuk dengan memasok air minum yang aman, pasokan medis dan perawatan kesehatan penting, makanan, tempat tinggal, serta uang tunai bagi keluarga untuk membeli barang-barang penting.

Baca juga: Ukraina Kian Terdesak di Front Timur, Zelensky Minta Suplai Senjata Anti Rudal

Paket bantuan, yang datang saat Menteri Pertahanan Lloyd Austin bertemu dengan sekutu AS di Brussel, dapat dibagi menjadi dua kategori: transfer barang pertahanan berlebih dari stok AS dan senjata lain yang didanai oleh Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (USAI), sebuah program terpisah yang disahkan kongres.

Tiga sumber yang mengetahui rinciannya, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa satu paket sekitar USD350 juta (Rp5,1 triliun) diharapkan mencakup lebih banyak roket untuk Multiple Launch Rocket Systems (MLRS) yang telah dikirim ke Ukraina dan peluru artileri untuk howitzer dan suku cadang M777.

Paket kedua, diperkirakan berjumlah lebih dari USD650 juta (Rp9,6 triliun) dan didanai menggunakan USAI, dapat mencakup peluncur rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat, radio aman, penglihatan malam dan pelatihan.

Baca juga: AS Akan Umumkan Bantuan Senjata Tambahan untuk Ukraina, Termasuk Rudal Harpoon

Sebelumnya, pada bulan Mei, pemerintahan Biden mengumumkan rencana untuk memberikan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 Ukraina setelah menerima jaminan dari Kiev bahwa mereka tidak akan menggunakannya untuk mencapai target di dalam wilayah Rusia. Biden memberlakukan syarat itu untuk mencoba menghindari eskalasi perang Ukraina.

"Artileri roket dalam paket bantuan ini akan memiliki jangkauan yang sama dengan pengiriman roket AS sebelumnya dan akan didanai menggunakan Otoritas Penarikan Presiden, atau PDA, di mana presiden dapat mengizinkan transfer barang dan layanan dari persediaan AS tanpa persetujuan kongres sebagai tanggapan atas keadaan darurat," kata salah satu sumber.

Untuk yang pertama, Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengirim peluncur Harpoon berbasis darat. Pada bulan Mei, Reuters melaporkan AS sedang mengerjakan solusi potensial yang mencakup menarik peluncur dari kapal AS untuk membantu menyediakan kemampuan peluncur rudal Harpoon ke Ukraina.

Sistem rudal Harpoon yang dibuat oleh Boeing Co berharga sekitar USD1,5 juta (Rp22 miliar) per rudal, menurut para ahli dan eksekutif industri.

Baca juga: LPR: 1.200 Warga Sipil Mungkin Ditahan Radikal di Pabrik Azot Severodonetsk

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved