Terpukul Dampak Perang, Ukraina Ajukan Utang ke Israel Senilai Rp7 Triliun

Rabu, 15 Juni 2022 - 12:37 WIB
loading...
Terpukul Dampak Perang,...
Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal berbicara di Departemen Luar Negeri AS, Washington, AS, 22 April 2022. Foto/Susan Walsh/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Ukraina telah meminta Israel memberi pinjaman USD500 juta (Rp7 triliun) karena ekonominya terus terkena dampak perang.

Laporan itu diungkapkan Israel Hayom. Israel telah mengkonfirmasi laporan tersebut dan mengatakan sedang memeriksa masalah tersebut.

Permintaan itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Shmyhal. Dalam surat yang dikirim sekitar dua pekan lalu, pejabat tersebut meminta pinjaman untuk membantu mengatasi dampak bencana perang terhadap ekonomi Ukraina.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Iran Bersiap untuk Peluncuran Roket

Menurut statistik resmi, produk domestik bruto (PDB) Ukraina turun 15,1% pada kuartal pertama 2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: NATO Janjikan Lebih Banyak Senjata Berat untuk Ukraina

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), ekonomi Ukraina akan menyusut lebih lanjut 30-45% pada akhir tahun.

Baca juga: Ajudan Zelensky Ungkap Alasan Ukraina Pilih Perang Kota

"Banyak negara di dunia telah mengalokasikan pinjaman untuk Ukraina," ujar Shimon Briman, ahli hubungan Israel-Ukraina, mengatakan kepada Israel Hayom.

"Misalnya, Jepang telah mengalokasikan USD600 juta dengan jangka waktu pinjaman 30 tahun, dengan masa tenggang 10 tahun, dan bunga tahunan hanya 1%. Luksemburg telah mengalokasikan pinjaman 250 juta euro, Jerman 300 juta euro, dan Kanada USD800 juta," papar Briman.

Briman menjelaskan, "Jika Israel menyetujui permintaan pinjaman Ukraina, negara Yahudi tidak hanya akan membantu 40 juta orang dalam perjuangan mereka yang adil untuk bertahan hidup, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka memilih pihak yang benar dalam memerangi kediktatoran dan barbarisme."

Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Duta Besar Ukraina untuk Israel Yevgen Korniychuk mengajukan permintaan atas nama Shmyhal.

Duta Besar diberitahu bahwa permintaan telah diterima dan sedang diperiksa.

Sementara itu, Ukraina mengatakan pada Selasa (14/6/2022) bahwa pasukannya masih bertahan di dalam Sievierodonetsk dan mencoba mengevakuasi warga sipil setelah Rusia menghancurkan jembatan terakhir ke kota timur yang hancur itu dalam satu titik balik potensial dalam salah satu pertempuran paling berdarah dalam perang itu.

Rusia mengatakan akan memberikan kesempatan bagi pejuang Ukraina yang bersembunyi di pabrik kimia di dalam kota untuk menyerah pada Rabu pagi (15/6/2022).

“Pejuang harus menghentikan perlawanan mereka yang tidak masuk akal dan meletakkan senjata mereka mulai pukul 8 pagi waktu Moskow,” ungkap kantor berita Interfax mengutip Mikhail Mizintsev, kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia.

Walikota Ukraina, Oleksandr Stryuk, mengatakan, "Situasinya sangat sulit tetapi ada komunikasi dengan kota meskipun jembatan terakhir di atas sungai Siverskyi Donets telah dihancurkan. Pasukan Rusia berusaha menyerbu kota, tetapi militer bertahan teguh."

Ukraina mengatakan lebih dari 500 warga sipil terjebak di dalam Azot, pabrik kimia di mana pasukannya telah melawan pemboman dan serangan Rusia selama berminggu-minggu.

“Evakuasi masih dilakukan setiap menit ketika ada jeda dan ada kemungkinan transportasi. Tapi ini adalah evakuasi terpisah, dilakukan satu per satu, dan setiap kemungkinan diambil," papar Stryuk.

Gubernur daerah Serhiy Gaidai mengatakan, "Penembakan itu sangat kuat sehingga orang tidak tahan lagi di tempat penampungan, kondisi psikologis mereka berada di ujung tanduk. Beberapa hari terakhir, penduduk akhirnya siap untuk pergi."

Kedua belah pihak mengklaim menimbulkan banyak korban dalam pertempuran memperebutkan kota itu, target utama Rusia dalam pertempurannya di timur negara itu setelah gagal merebut ibu kota Kiev pada Maret.

Ukraina masih menguasai Lysychansk, kota kembar Sievierodonetsk di tempat yang lebih tinggi di tepi seberang.

Tetapi dengan semua jembatan yang sekarang terputus, pasukannya mengakui adanya ancaman mereka dapat dikepung di Sievierodonetsk.

Pasukan aliansi Rusia mengatakan setiap tentara Ukraina yang tertinggal harus menyerah atau mati.

Damien Megrou, juru bicara unit sukarelawan asing yang membantu mempertahankan Sievierodonetsk, mengatakan, “Ada risiko meninggalkan kantong besar pembela Ukraina terputus dari sisa pasukan Ukraina seperti di Mariupol.”

Mariupol merupakan pelabuhan Laut Hitam yang menyerah bulan lalu setelah berbulan-bulan pengepungan Rusia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved