Kisah Pilu Aktivis Muda Muslim India, Ayah Ditangkap Polisi dan Rumah Dihancurkan
Senin, 13 Juni 2022 - 22:55 WIB
loading...
Kisah Pilu Aktivis Muda Muslim India, Ayah Ditangkap Polisi dan Rumah Dihancurkan. FOTO/Reuters
A
A
A
NEW DELHI - Seorang aktivis muda Muslim India yang rumahnya dibuldoser oleh pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, mengatakan itu adalah "tindakan balas dendam" oleh pemerintah atas aksi protes terhadap komentar menhina Nabi Muhammad SAW oleh pejabat negara itu.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, dikelilingi oleh sekelompok besar polisi dengan perlengkapan anti huru hara, pihak berwenang di kota Prayagraj Uttar Pradesh pada hari Minggu (12/6/2022) membawa penggerak tanah untuk menghancurkan rumah Afreen Fatima (24). Aksi pembokaran itu disaksikan lusinan media.
Baca: Protes Penghinaan Nabi Muhammad Berujung Rusuh, 2 Demonstran Ditembak Mati
Dalam beberapa jam, bangunan dua lantai itu menjadi puing-puing dan barang-barangnya – furnitur, buku, dan foto – dibuang di sebidang tanah kosong di sebelah rumah. Di antara mereka ada poster yang berbunyi: “Ketika ketidakadilan menjadi hukum, perlawanan menjadi kewajiban.”
Setidaknya dua rumah lain milik Muslim juga dihancurkan di Uttar Pradesh selama akhir pekan. Keluarga Fatima bahkan tidak ada di rumah ketika rumah mereka yang berusia 20 tahun di Prayagraj dirobohkan.
Beberapa jam setelah protes Jumat di kota itu, polisi menggerebek rumah itu dan membawa ayahnya yang berusia 57 tahun Mohammad Javed, ibu Parveen Fatima (52), dan saudara perempuan remaja Somaiya.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, dikelilingi oleh sekelompok besar polisi dengan perlengkapan anti huru hara, pihak berwenang di kota Prayagraj Uttar Pradesh pada hari Minggu (12/6/2022) membawa penggerak tanah untuk menghancurkan rumah Afreen Fatima (24). Aksi pembokaran itu disaksikan lusinan media.
Baca: Protes Penghinaan Nabi Muhammad Berujung Rusuh, 2 Demonstran Ditembak Mati
Dalam beberapa jam, bangunan dua lantai itu menjadi puing-puing dan barang-barangnya – furnitur, buku, dan foto – dibuang di sebidang tanah kosong di sebelah rumah. Di antara mereka ada poster yang berbunyi: “Ketika ketidakadilan menjadi hukum, perlawanan menjadi kewajiban.”
Setidaknya dua rumah lain milik Muslim juga dihancurkan di Uttar Pradesh selama akhir pekan. Keluarga Fatima bahkan tidak ada di rumah ketika rumah mereka yang berusia 20 tahun di Prayagraj dirobohkan.
Beberapa jam setelah protes Jumat di kota itu, polisi menggerebek rumah itu dan membawa ayahnya yang berusia 57 tahun Mohammad Javed, ibu Parveen Fatima (52), dan saudara perempuan remaja Somaiya.
Lihat Juga :