Gelombang Kedua Virus Corona di Korsel Terdeteksi dari Klab Malam
Rabu, 24 Juni 2020 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
“Namun demikian, perkiraan kami bahwa penularan akan turun selama musim panas ternyata keliru. Selama orang berdekatan satu sama lain, kami yakin penularan akan terus terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, kota terbesar kelima di Korsel, Daejeon, kembali memberlakukan pembatasan sosial yang ketat setelah menemukan sejumlah klaster kasus baru. Publik dilarang berkumpul di tempat-tempat umum, seperti museum, gedung olahraga, dan perpustakaan. Dua puluh dua tempat ibadah milik Gereja Yesus Shincheonji yang menjadi pusat penyebaran virus pada bulan Februari, juga ditutup.
Korsel menerapkan strategi pelacakan, penelusuran, dan pengetesan, yang gencar untuk mencegah penularan virus corona. Di Seoul, wali kota setempat juga melakukan persiapan mengantisipasi kemungkinan gelombang kedua terjadi di ibu kota. Dijelaskan pembatasan sosial secara ketat mungkin akan diberlakukan lagi, jika penularan rata-rata mencapai 30 kasus per hari selama tiga hari mendatang dan tingkat hunian tempat tidur sakit melebihi 70%. (Lihat videonya: Heboh! Pemuda di Lombok Nikahi Dua Gadis Sekaligus)
Sejauh ini Korsel tidak sampai memberlakukan karantina wilayah secara nasional dan sebaliknya mengandalkan pembatasan sosial secara sukarela. Negara itu juga gencar menerapkan strategi pelacakan, penelusuran, dan pengetesan untuk memerangi virus. Sejak kasus pertama virus korona dilaporkan di Korea Selatan pada 20 Januari, 280 pasien meninggal dunia akibat Covid-19. Total terdapat lebih dari 12.000 kasus dan diperkirakan masih ada 1.277 kasus aktif di negara itu.
Sementara itu, ribuan orang berkumpul di Prancis pada Minggu (21/6) waktu setempat untuk merayakan festival musik tahunan dan mengabaikan aturan lockdown virus corona. (Andika H Mustaqim)
Sementara itu, kota terbesar kelima di Korsel, Daejeon, kembali memberlakukan pembatasan sosial yang ketat setelah menemukan sejumlah klaster kasus baru. Publik dilarang berkumpul di tempat-tempat umum, seperti museum, gedung olahraga, dan perpustakaan. Dua puluh dua tempat ibadah milik Gereja Yesus Shincheonji yang menjadi pusat penyebaran virus pada bulan Februari, juga ditutup.
Korsel menerapkan strategi pelacakan, penelusuran, dan pengetesan, yang gencar untuk mencegah penularan virus corona. Di Seoul, wali kota setempat juga melakukan persiapan mengantisipasi kemungkinan gelombang kedua terjadi di ibu kota. Dijelaskan pembatasan sosial secara ketat mungkin akan diberlakukan lagi, jika penularan rata-rata mencapai 30 kasus per hari selama tiga hari mendatang dan tingkat hunian tempat tidur sakit melebihi 70%. (Lihat videonya: Heboh! Pemuda di Lombok Nikahi Dua Gadis Sekaligus)
Sejauh ini Korsel tidak sampai memberlakukan karantina wilayah secara nasional dan sebaliknya mengandalkan pembatasan sosial secara sukarela. Negara itu juga gencar menerapkan strategi pelacakan, penelusuran, dan pengetesan untuk memerangi virus. Sejak kasus pertama virus korona dilaporkan di Korea Selatan pada 20 Januari, 280 pasien meninggal dunia akibat Covid-19. Total terdapat lebih dari 12.000 kasus dan diperkirakan masih ada 1.277 kasus aktif di negara itu.
Sementara itu, ribuan orang berkumpul di Prancis pada Minggu (21/6) waktu setempat untuk merayakan festival musik tahunan dan mengabaikan aturan lockdown virus corona. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :