Ukraina Berupaya Selamatkan 3 Tentara Asing dari Hukuman Mati

Minggu, 12 Juni 2022 - 19:25 WIB
loading...
Ukraina Berupaya Selamatkan...
Ukraina Berupaya Selamatkan 3 Tentara Asing dari Hukuman Mati. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Ukraina melakukan segala yang mungkin untuk menyelamatkan tiga warga negara asing yang dijatuhi hukuman mati oleh otoritas proksi di Donbas karena berjuang untuk Ukraina. Hal itu diungkapkan seorang anggota parlemen di komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Ukraina, Sabtu (11/6/2022).

Setelah ditangkap, dua warga Inggris dan seorang Maroko dihukum karena "kegiatan tentara bayaran" pada hari Kamis (9/6/2022) oleh pengadilan di Republik Rakyat Donetsk (DPR), yang pemimpin separatisnya didukung oleh Moskow.

Baca: Pengadilan Donetsk Hukum Mati 2 WN Inggris yang Berperang untuk Ukraina

“Kementerian Pertahanan dan Direktorat Utama Intelijen, yang menangani pertukaran tahanan, mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan warga negara asing ini diselamatkan,” kata anggota parlemen Fedir Venislavskyi di televisi nasional.

Venislavskyi tidak memberikan rincian lebih lanjut soal upaya yang akan dilakukan. Banyak pihak menilai sulit untuk menyelamatkan 3 tentara bayaran yang bernama Brahim Saadoun (Maroko) dan dua warga Inggris, Aiden Aslin dan Shaun Pinner, mengingat situasi perang yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk mengatakan, dia yakin otoritas separatis pada akhirnya akan bertindak secara rasional. “Karena mereka sangat menyadari implikasi yang tidak dapat diperbaiki bagi mereka dan bagi Rusia jika mereka mengambil langkah yang salah terhadap ketiga tentara kita ini," jelasnya.

Baca: Warganya Dijatuhi Hukuman Mati, Inggris: Rusia Harus Bertanggung Jawab

"Sesuatu memberitahu saya bahwa, pada akhirnya, dengan satu atau lain cara, cepat atau lambat, ketiga prajurit ini akan ditukar (atau pulang)," katanya dalam sebuah posting online pada hari Sabtu.

Inggris sendiri telah mengutuk hukuman bagi para tentara bayaran itu sebagai “pelanggaran berat” Konvensi Jenewa, di mana tawanan perang berhak atas kekebalan kombatan dan tidak boleh dituntut karena berpartisipasi dalam permusuhan.

Ukraina, yang menolak keputusan pengadilan Donetsk karena tidak memiliki wewenang, mengatakan para tentara bayaran itu telah menandatangani kontrak dengan Angkatan Bersenjata Ukraina.

Baca: Vonis Hukuman Mati Hancurkan Hati Keluarga Tentara Asal Inggris

“Akibatnya, status tawanan perang di bawah hukum internasional berlaku sepenuhnya bagi mereka. Kami akan mengambil semua tindakan untuk menyelamatkan mereka,” kata anggota parlemen Venislavskyi

Di sisi lain, Menteri kabinet Inggris Brandon Lewis mengatakan kepada Sky News bahwa pemerintah "sepenuhnya terlibat" dengan pihak berwenang Ukraina dalam mencoba membantu Aslin dan Pinner setelah "persidangan palsu" mereka.

“Warga Inggris adalah kombatan resmi yang bertugas di Angkatan Bersenjata Ukraina dan sepenuhnya berhak atas perlindungan bagi tawanan perang di bawah konvensi Jenewa,” kata Lewis.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved