Jet Tempur Siluman F-35 AS Diuji Jatuhkan Bom Nuklir B61-12 Inert

Rabu, 24 Juni 2020 - 04:37 WIB
loading...
Jet Tempur Siluman F-35...
Pesawat jet tempur siluman F-35A Amerika Serikat saat diuji untuk menjatuhkan versi inert dari bom gravitasi nuklir B61-12. Foto/Departemen Pertahanan AS
A A A
WASHINGTON - Pesawat jet tempur siluman F-35A Lightning II Joint Strike Fighter Amerika Serikat (AS) telah diuji coba kemampuannya untuk menjatuhkan bom gravitasi nuklir B61-12 yang tak diaktifkan atau versi inert. Pentagon atau Departemen Pertahanan telah merilis hampir selusin foto dari tes tersebut.

Bom nuklir B61-12 yang aktif akan menghasilkan ledakan maksimum 50 kiloton, dan ukurannya cukup kecil sehingga bisa dimuat di dalam ruang bom internal F-35.

Uji coba dual capable aircraft (DCA) atau pesawat berkemampuan ganda dari F-35A ini berlangsung beberapa kali di wilayah udara sekitar Air Force Base (AFB) Edwards, California, salah satunya pada 27 Juni 2019.

F-35A akan menjadi satu-satunya dari tiga jenis pesawat F-35 Lockheed Martin yang disertifikasi sebagai DCA, yang memungkinkannya untuk membawa bom nuklir maupun bom konvensional. (Baca: Jet Tempur Siluman F-35 AS Senilai Rp1,3 Triliun Jatuh di Florida )

Namun, kemampuan Joint Strike Fighter (JSF) untuk menggunakan B61-12 bergantung pada upgrade menyeluruh dalam perangkat lunak Block 4 sebagaimana diungkapkan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) baru-baru ini. Upgrade total itu setidaknya butuh waktu sembilan bulan. Namun sertifikasi DCA F-35A, menurut Kantor Sekretaris Pertahanan, diperkirakan tidak akan selesai sampai Januari 2023.

Block 4 juga akan memberikan F-35 opsi senjata lain, seperti Naval Strike Missile, Meteor dan rudal SPEAR serta beberapa bom berpemandu laser.

Bom lain yang F-35 sudah disertifikasi untuk digunakan adalah bom GBU-53 StormBreaker berdiameter kecil. Penggunaan bom ini mengalami penundaan satu tahun karena desain sirip yang salah.

Senjata-senjata yang dapat masuk ke dalam rongga bom F-35 langka tetapi berharga, karena jika mereka dipasang pada hardpoint di bagian luar pesawat, mereka akan menghambat sistem stealth atau teknologi siluman pesawat tersebut.

"Peran tempur nuklir yang ikonik, yang dilakukan di masa lalu oleh F-15E dan F-16, dilimpahkan ke F-35A untuk memainkan peran masa depan dalam keamanan nasional," bunyi keterangan foto pada Layanan Distribusi Informasi Visual Pertahanan (DVIDS), yang merilis foto-foto uji coba tersebut, seperti dikutip dari The Avionist, Rabu (24/6/2020).

“F-35 adalah sistem senjata generasi ke-5 multi-misi utama. Kemampuannya untuk mengumpulkan, menganalisis, dan berbagi data adalah pengganda kekuatan yang meningkatkan semua aset di ruang pertempuran; dengan teknologi siluman, sensor canggih, kapasitas dan jangkauan senjata, F-35 adalah pesawat tempur yang paling mematikan, dapat bertahan, dan interoperable yang pernah dibangun," lanjut keterangan foto tersebut.

F-15E Strike Eagle adalah pesawat AS pertama yang disertifikasi untuk menjatuhkan bom nuklir B61-12. Pesawat ini telah diuji untuk menjatuhkan bom inert dari B61-12 di Tonopah Test Range di Nevada pada bulan Maret lalu. Keberhasilan tes itu telah dikonfirmasi Sandia National Laboratories.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved