Jual Suku Cadang Kapal ke Taiwan, AS Bikin China Murka
Jum'at, 10 Juni 2022 - 20:16 WIB
loading...
China kecam penjualan suku cadang kapal AS ke Taiwan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BEIJING - China “sangat mengutuk” persetujuan Washington atas kesepakatan senjata terbaru yang bernilai jutaan dolar dengan Taiwan dan mendesaknya untuk dibatalkan. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian.
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) Pentagon menyetujui paket USD120 juta atau sekitar Rp1,7 triliun pada hari Rabu. Paket ini menyediakan suku cadang kapal dan dukungan logistik ke Taiwan dan merupakan penjualan putaran keempat sejak awal 2021, ketika Joe Biden menjadi presiden Amerika Serikat (AS).
China secara konsisten telah memperingatkan AS terhadap kerja sama militer dengan pulau itu, yang dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.
Berbicara pada briefing reguler, Lijian mengatakan bahwa penjualan senjata sangat melanggar prinsip "satu-China," merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China, dan sangat merusak hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan.
“China dengan tegas menentang dan mengutuk keras ini,” kata Lijian seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (10/6/2022).
Baca juga: China Kecam Keras Pembicaraan Perdagangan Amerika-Taiwan
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) Pentagon menyetujui paket USD120 juta atau sekitar Rp1,7 triliun pada hari Rabu. Paket ini menyediakan suku cadang kapal dan dukungan logistik ke Taiwan dan merupakan penjualan putaran keempat sejak awal 2021, ketika Joe Biden menjadi presiden Amerika Serikat (AS).
China secara konsisten telah memperingatkan AS terhadap kerja sama militer dengan pulau itu, yang dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.
Berbicara pada briefing reguler, Lijian mengatakan bahwa penjualan senjata sangat melanggar prinsip "satu-China," merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China, dan sangat merusak hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan.
“China dengan tegas menentang dan mengutuk keras ini,” kata Lijian seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (10/6/2022).
Baca juga: China Kecam Keras Pembicaraan Perdagangan Amerika-Taiwan
Lihat Juga :