Kremlin: Operasi Militer Khusus di Ukraina Berakhir Ketika Tujuannya Tercapai
Jum'at, 10 Juni 2022 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
“Kami secara khusus menyoroti pengiriman (ke Ukraina) Howitzer jarak jauh dan HIMARS MLRS yang mengancam tidak hanya Donbass, tetapi juga Rusia. Kami telah dengan jelas menetapkan sikap Rusia: jika Federasi Rusia diserang dengan serangan jarak jauh ini, sistem tanggapan terhadap pusat pengambilan keputusan akan segera," tegasnya.
Baca: Tentara Rusia Acungkan Jari Tengah pada Drone Ukraina Sebelum Digranat
Utusan itu mencatat bahwa darknet sekarang dipenuhi dengan tawaran untuk menjual senjata yang telah diterima Ukraina dari AS. "Saya pikir, ini terjadi bukan tanpa keterlibatan militer dan kepemimpinan politik Ukraina. Saya tidak mengesampingkan apa pun lagi," tambahnya.
Menurut diplomat itu, janji rezim Kiev bahwa Ukraina tidak akan menggunakan sistem HIMARS untuk menyerang Rusia "tidak bernilai sepeser pun."
Pekan lalu, pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa mereka akan memberikan paket bantuan militer baru ke Ukraina yang akan mencakup pengiriman senjata dan amunisi HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi). Dilaporkan bahwa batch pertama akan mencakup empat sistem roket.
Baca: Tentara Rusia Acungkan Jari Tengah pada Drone Ukraina Sebelum Digranat
Utusan itu mencatat bahwa darknet sekarang dipenuhi dengan tawaran untuk menjual senjata yang telah diterima Ukraina dari AS. "Saya pikir, ini terjadi bukan tanpa keterlibatan militer dan kepemimpinan politik Ukraina. Saya tidak mengesampingkan apa pun lagi," tambahnya.
Menurut diplomat itu, janji rezim Kiev bahwa Ukraina tidak akan menggunakan sistem HIMARS untuk menyerang Rusia "tidak bernilai sepeser pun."
Pekan lalu, pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa mereka akan memberikan paket bantuan militer baru ke Ukraina yang akan mencakup pengiriman senjata dan amunisi HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi). Dilaporkan bahwa batch pertama akan mencakup empat sistem roket.
Lihat Juga :