Awan Jamur Muncul di Dekat Chernobyl, Putin Dikira Jajal Senjata Nuklir
Selasa, 23 Juni 2020 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
"Kami telah memiliki jenis awan sebelum di atas Kiev Oblast, Ternopil Oblast dan Vinnitsa," kata salah satu pejabat Layanan Darurat Negara Ukraina, seperti dikutip dari Daily Mirror, Selasa (23/6/2020).
Awan landasan, juga disebut cumulonimbus incus, adalah awan cumulonimbus yang telah mencapai stabilitas stratosfer dan telah membentuk karakteristik rata, bentuk landasan-atas.
Awan ini biasanya tidak bergerak, tidak peduli seberapa kuat angin, dan lambat laun menghilang. Jika sering muncul menandakan akan ada badai yang akan datang.
Bencana nuklir Chernobyl tahun 1986 telah menewaskan 31 orang, termasuk 28 petugas pemadam kebakaran yang meninggal karena Acute Radiation Syndrome (Sindrom Radiasi Akut), sebuah cara meninggal yang menyakitkan dan mengerikan.
Namun, banyak yang percaya jumlah korban yang meninggal mencapai ribuan orang.
Banyak dari mereka yang meninggal sebagai akibat langsung dari insiden tersebut pada tanggal 26 April 1986, tidak terbunuh sebagai akibat dari ledakan dan sebaliknya akibat radiasi yang menghancurkan.
The Union of Concerned Scientists memperkirakan antara 4.000 hingga 27.000 orang meninggal sebagai akibat dari bencana nuklir tersebut, sedangkan Greenpeace menyebut angkanya jauh lebih tinggi antara 93.000 hingga 200.000 jiwa.
Awan landasan, juga disebut cumulonimbus incus, adalah awan cumulonimbus yang telah mencapai stabilitas stratosfer dan telah membentuk karakteristik rata, bentuk landasan-atas.
Awan ini biasanya tidak bergerak, tidak peduli seberapa kuat angin, dan lambat laun menghilang. Jika sering muncul menandakan akan ada badai yang akan datang.
Bencana nuklir Chernobyl tahun 1986 telah menewaskan 31 orang, termasuk 28 petugas pemadam kebakaran yang meninggal karena Acute Radiation Syndrome (Sindrom Radiasi Akut), sebuah cara meninggal yang menyakitkan dan mengerikan.
Namun, banyak yang percaya jumlah korban yang meninggal mencapai ribuan orang.
Banyak dari mereka yang meninggal sebagai akibat langsung dari insiden tersebut pada tanggal 26 April 1986, tidak terbunuh sebagai akibat dari ledakan dan sebaliknya akibat radiasi yang menghancurkan.
The Union of Concerned Scientists memperkirakan antara 4.000 hingga 27.000 orang meninggal sebagai akibat dari bencana nuklir tersebut, sedangkan Greenpeace menyebut angkanya jauh lebih tinggi antara 93.000 hingga 200.000 jiwa.
Lihat Juga :