Komentar PBB Soal Tuduhan Rusia Curi Gandum Ukraina
Rabu, 08 Juni 2022 - 06:22 WIB
loading...
Gandum diletakkan di atas gambar bendera Ukraina dan Rusia dalam foto ilustrasi. Foto/REUTERS
A
A
A
NEW YORK - Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyatakan PBB tidak dapat memverifikasi tuduhan yang diajukan Kiev bahwa Moskow "mencuri" dan mengekspor gandum Ukraina.
Ditanya tentang klaim seorang reporter selama jumpa pers pada Selasa, Dujarric mengatakan kantor Sekretaris Jenderal PBB maupun Program Pangan Dunia PBB (WFP) memiliki informasi yang kredibel tentang masalah tersebut.
“Kami telah melihat laporan media baru-baru ini, kami sedang berbicara dengan rekan-rekan kami di WFP. Mereka tidak memiliki cara untuk memverifikasi tuduhan ini,” ujar dia.
Baca juga: Zelensky: Ukraina Sedang Ditekan untuk Berdamai dengan Rusia
Dia menjelaskan, “Saya pikir WFP, seperti yang kita semua miliki, telah mengadvokasi pergerakan bebas makanan dari Laut Hitam untuk memastikan kebutuhan orang-orang di seluruh dunia terpenuhi.”
Baca juga: Menlu Hungaria Soroti Masalah Mental Presiden Ukraina Zelensky
Ukraina telah berulang kali menuduh Moskow "mencuri" persediaan gandumnya di tengah perang yang pecah pada akhir Februari.
Ditanya tentang klaim seorang reporter selama jumpa pers pada Selasa, Dujarric mengatakan kantor Sekretaris Jenderal PBB maupun Program Pangan Dunia PBB (WFP) memiliki informasi yang kredibel tentang masalah tersebut.
“Kami telah melihat laporan media baru-baru ini, kami sedang berbicara dengan rekan-rekan kami di WFP. Mereka tidak memiliki cara untuk memverifikasi tuduhan ini,” ujar dia.
Baca juga: Zelensky: Ukraina Sedang Ditekan untuk Berdamai dengan Rusia
Dia menjelaskan, “Saya pikir WFP, seperti yang kita semua miliki, telah mengadvokasi pergerakan bebas makanan dari Laut Hitam untuk memastikan kebutuhan orang-orang di seluruh dunia terpenuhi.”
Baca juga: Menlu Hungaria Soroti Masalah Mental Presiden Ukraina Zelensky
Ukraina telah berulang kali menuduh Moskow "mencuri" persediaan gandumnya di tengah perang yang pecah pada akhir Februari.
Lihat Juga :