Tenggelam 160 Tahun, Kapal Perang AS Ditemukan dalam Kondisi Mencengangkan

Rabu, 08 Juni 2022 - 01:27 WIB
loading...
A A A
Sekarang, setelah ROV—kendaraan bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh—digunakan untuk memeriksa lokasi, Tane Renata Casserley, koordinator perlindungan dan izin sumber daya di Suaka Laut Nasional Monitor NOAA, mengatakan, "Bangkai kapal dalam kondisi mencengangkan setelah berada di dasar laut selama 160 tahun dan mengatasi semua kondisi lingkungan di Cape Hatteras, termasuk arus dan angin topan yang sangat kuat."

Casserley juga menambahkan bahwa lambung besi dan sabuk pelindung yang dibangun untuk menahan kerasnya perang kini juga memungkinkan USS Monitor untuk menyediakan habitat yang stabil dalam peran barunya sebagai pulau kehidupan.

“Sungguh luar biasa melihat transformasi di dasar lautan. Seringkali ada begitu banyak kehidupan laut di [USS] Monitor sehingga sulit untuk melihat kapal karam itu sendiri,” imbuh dia.

NOAA menginformasikan bahwa ada karang sehat yang hidup di lokasi bangkai kapal yang penuh dengan kehidupan, dan bahkan predator seperti hiu macan hadir di apa yang disebut "bangkai kapal hidup".

Disebutkan bahwa USS Monitor adalah kapal karam tertua dan terpenting karena merupakan kapal perang AS pertama yang dibangun dengan menara meriam berputar yang revolusioner.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved