Tenggelam 160 Tahun, Kapal Perang AS Ditemukan dalam Kondisi Mencengangkan

Rabu, 08 Juni 2022 - 01:27 WIB
loading...
Tenggelam 160 Tahun,...
Bangkai dari USS Monitor, kapal perang Amerika Serikat yang sudah tenggelam 160 tahun di dasar laut. Foto/Twitter @sanctuaries
A A A
WASHINGTON - Sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) ditemukan dalam kondisi mencengangkan meskipun berada di dasar laut lepas pantai North Carolina sejak 1862 atau tenggelam selama 160 tahun. Kapal tersebut bernama USS Monitor.

Dalam ekspedisi terbaru, Valor in the Atlantic, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Office of National Marine Sanctuaries bermitra dengan Global Foundation for Ocean Exploration untuk menyelidiki bangkai kapal tersebut.

Yang mengejutkan mereka, tim menemukan bahwa kapal itu dalam kondisi yang jauh lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya. Mereka mengatakan bahwa selama 160 tahun terakhir, kapal perang telah menghindari kewalahan oleh waktu itu sendiri.

Menurut laporan Newsweek, Selasa (7/6/2022), kapal perang USS Monitor kandas dan tenggelam 16 mil dari Cape Hatteras di pantai North Carolina sekitar 160 tahun yang lalu. Enam belas orang tewas setelah kapal perang itu diterjang badai.

Baca juga: Sambil Menginvasi Ukraina, Rusia Latihan Tempur dengan Lebih dari 40 Kapal Perang

Puing-puing USS Monitor sebenarnya sudah ditemukan pada tahun 1973 dan kemudian ditetapkan sebagai Suaka Laut Nasional pada tahun 1975.

Sejak itu, situs tenggelamnya kapal perang itu telah dikunjungi sebagai bagian dari berbagai ekspedisi untuk memulihkan menara, baling-baling, dan artefak lainnya untuk pelestarian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved