Maduro Nyatakan Siap Duduk Satu Meja dengan Trump
Selasa, 23 Juni 2020 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
"Aku selalu mengatakan, kamu sedikit kalah dengan melakukan pertemuan. Tapi pada saat ini, aku sudah menolaknya," imbuhnya. (Baca: Trump Mengaku Tidak Tutup Kemungkinan Bertemu dengan Maduro )
Sikap segan Trump terhadap Maduro baru-baru ini terungkap dalam laporan awal sebuah buku yang ditulis oleh mantan penasihat keamanan nasional presiden AS itu, John Bolton. Pasalnya, Maduro tetap berkuasa kendati selama 18 bulan AS berupaya untuk menggulingkan atau memaksanya lengser dari kursi kekuasaan.
Buku itu juga mengungkapkan betapa Trump tidak terlalu memikirkan Juan Guaido, tokoh oposisi yang didukung Washington sebagai pemimpin sementara Venezuela yang sah sejak Januari 2019. Presiden AS itu dilaporkan menganggap Guaido lemah, menyebutnya "Beto O'Rourke of Venezuela" mengacu pada calon presiden Demokrat yang gagal dengan penampilan yang sama.
Guaido telah gagal mendapatkan dukungan yang signifikan untuk gerakannya meskipun banyak gangguan dan dukungan dari sekitar 50 negara. Ia bahkan telah kehilangan jabatan sebelumnya sebagai pemimpin Majelis Nasional atau parlemen negara itu.
Namun, dalam buku yang sama, Trump dilaporkan menyebut prospek invasi ke Venezuela "keren," dan menyebut negara Amerika Selatan itu sebagai "bagian dari Amerika Serikat." (Baca: Bolton: Trump Pikir Keren Menginvasi Venezuela, tapi Batal karena Putin )
Biden, yang sekarang menjadi calon Demokrat untuk pemilihan presiden pada November 2020 melawan Trump, mengambil kesempatan itu dengan menyerang Trump di Twitter sebagai kemunafikan.
Sikap segan Trump terhadap Maduro baru-baru ini terungkap dalam laporan awal sebuah buku yang ditulis oleh mantan penasihat keamanan nasional presiden AS itu, John Bolton. Pasalnya, Maduro tetap berkuasa kendati selama 18 bulan AS berupaya untuk menggulingkan atau memaksanya lengser dari kursi kekuasaan.
Buku itu juga mengungkapkan betapa Trump tidak terlalu memikirkan Juan Guaido, tokoh oposisi yang didukung Washington sebagai pemimpin sementara Venezuela yang sah sejak Januari 2019. Presiden AS itu dilaporkan menganggap Guaido lemah, menyebutnya "Beto O'Rourke of Venezuela" mengacu pada calon presiden Demokrat yang gagal dengan penampilan yang sama.
Guaido telah gagal mendapatkan dukungan yang signifikan untuk gerakannya meskipun banyak gangguan dan dukungan dari sekitar 50 negara. Ia bahkan telah kehilangan jabatan sebelumnya sebagai pemimpin Majelis Nasional atau parlemen negara itu.
Namun, dalam buku yang sama, Trump dilaporkan menyebut prospek invasi ke Venezuela "keren," dan menyebut negara Amerika Selatan itu sebagai "bagian dari Amerika Serikat." (Baca: Bolton: Trump Pikir Keren Menginvasi Venezuela, tapi Batal karena Putin )
Biden, yang sekarang menjadi calon Demokrat untuk pemilihan presiden pada November 2020 melawan Trump, mengambil kesempatan itu dengan menyerang Trump di Twitter sebagai kemunafikan.
Lihat Juga :