Perang Rusia-Ukraina Sudah 100 Hari, Siapa yang Menang?

Sabtu, 04 Juni 2022 - 00:01 WIB
loading...
Perang Rusia-Ukraina...
Tank-tank tempur Rusia menyerbu wilayah Donbas, Ukraina timur. Perang Rusia dengan Ukraina telah memasuki hari ke-100 pada Jumat (3/6/2022). Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Perang Rusia di Ukraina sudah memasuki hari ke-100 pada Jumat (3/6/2022). Kubu militer mana yang sejauh ini memenangkan perang?

Militer Rusia, atas perintah Presiden Vladimir Putin, mulai menginvasi Ukraina sejak 24 Februari 2022. Kremlin menolak narasi perang atau invasi, namun memilih menggunakan narasi operasi militer khusus untuk demiliterisasi dan denazifikasi tetangganya.

Kiev dan sekutu Barat-nya kerap mengeklaim bahwa militer Moskow mengalami kerugian besar dengan kematian banyak tentaranya. Bahkan, militer Kiev rutin mengeklaim menewaskan para jenderal Rusia—yang sangat jarang dikonfirmasi militer Kremlin.

Sebaliknya, militer Moskow juga mengeklaim banyak menghancurkan fasilitas militer serta menewaskan banyak tentara Ukraina.

Klaim kedua kubu tak bisa diverifikasi secara independen.

Baca juga: Zelensky Samakan Invasi Rusia dengan Agresi Nazi pada Perang Dunia II

Koordinator krisis PBB untuk Ukraina, Amin Awad, mengatakan tidak akan ada pemenang dari invasi Rusia ke Ukraina saat konflik memasuki hari ke-100 dan pasukan Moskow menekan lebih dalam ke wilayah Donbas, timur Ukraina.

“Perang ini telah dan tidak akan memiliki pemenang. Sebaliknya, kami telah menyaksikan selama 100 hari apa yang hilang: nyawa, rumah, pekerjaan, dan prospek,” kata Awad dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Al Jazeera.

“Perang ini telah menelan korban jiwa yang tidak dapat diterima dan menelan hampir semua aspek kehidupan sipil. Kami telah menyaksikan kehancuran dan kerusakan di seluruh kota, kota kecil dan desa. Sekolah, rumah sakit, dan tempat penampungan tidak terhindar,” ujarnya.

“Upaya tak kenal lelah kami untuk menanggapi dampak perang yang menghancurkan akan terus berlanjut, kokoh dan teguh. Tetapi di atas semua itu kita membutuhkan kedamaian. Perang harus berakhir sekarang.”

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya akan memenangkan perangnya dengan Rusia.

“Angkatan Bersenjata Ukraina ada di sini. Yang paling penting—orang-orang, orang-orang di negara kita ada di sini. Membela Ukraina selama 100 hari,” kata Zelensky dalam pidato yang disampaikan dari depan kantor kepresidenan Ukraina, di pusat ibu kota, Kiev.

“Kemenangan akan menjadi milik kita,” ujarnya.

Sedangkan Rusia bertekad untuk melanjutkan operasi militernya di Ukraina sampai semua tujuannya tercapai. Hal itu disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

“Salah satu tujuan utama dari operasi ini adalah untuk melindungi orang-orang di DNR dan LNR. Langkah-langkah telah diambil untuk memastikan perlindungan mereka dan hasil tertentu telah dicapai," kata Peskov, mengacu pada Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk yang memproklamirkan kemerdekaannya dari Ukraina.

Dua wilayah di Ukraina timur yang memisahkan diri itu telah dikendalikan oleh separatis pro-Moskow sejak awal 2014.

“Banyak pemukiman telah dibebaskan dari angkatan bersenjata pro-Nazi Ukraina dan langsung dari elemen nasionalis,” katanya, mengutip deskripsi berulang-ulang Rusia tentang otoritas di Ukraina sebagai neo-Nazi dan nasionalis—label yang menurut Kiev
digunakan sebagai propaganda untuk membenarkan konflik.

“Kesempatan telah diberikan kepada orang-orang untuk mulai membangun kehidupan yang damai,” imbuh Peskov. “Pekerjaan ini akan berlanjut sampai semua tujuan operasi militer tercapai.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved