Langka, China-Taiwan 'Bersatu' Protes Jepang

Selasa, 23 Juni 2020 - 14:53 WIB
loading...
A A A
Beijing dan Taipei menganggap diri mereka penguasa yang sah bagi pulau-pulau yang dikuasai Jepang dan China secara keseluruhan. Ini adalah hasil perselisihan diplomatik setelah China daratan yang dikuasai Komunis memenangi perang saudara yang berakhir pada 1949.

Jepang memutuskan hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan dan menjalin hubungan dengan China pada tahun 1972. PBB juga mengubah pengakuannya, dan negara-negara Barat juga mengubah posisi mereka. Namun, Jepang terus mempertahankan hubungan sektor tidak resmi dan swasta dengan Taiwan, sesama mitra AS, dan hubungannya dengan China sering penuh dengan ketegangan.

Sementara kedua negara mempertahankan hubungan ekonomi yang erat, Jepang menampung puluhan ribu pasukan AS dan pusat komando utama Pentagon telah terbukti menjadi tantangan bagi kehadiran militer China yang semakin luas di seluruh wilayah Asia-Pasifik.

Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan perjalanan ke Jepang pada kunjungan kenegaraan pada bulan April, tetapi perjalanan itu ditunda karena kekhawatiran Covid-19 . Bahkan ketika wilayah tersebut mulai pulih dari wabah penyakit, kekisruhan telah menimbulkan pertanyaan baru tentang hubungan kedua negara.

China telah meningkatkan pengaruh keamanannya terhadap wilayah semi-otonom Hong Kong, memamerkan aset-aset militer di dekat Taiwan dan meningkatkan operasi berlayar di dekat Senkaku, atau Diaoyu, pulau-pulau sengketa, mengirimkan kapal-kapal ke daerah yang disengketakan itu selama 69 hari berturut-turut sejak 14 April yang merupakan sebuah rekor. China juga terlibat dalam pertikaian perbatasan berdarah dengan negara tetangganya, India, negara lain yang mendukung pandangan AS dan Jepang untuk "Free and Open Indo-Pacific."
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Israel Siapkan Serangan...
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!
Rekomendasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Berita Terkini
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved