Langka, China-Taiwan 'Bersatu' Protes Jepang

Selasa, 23 Juni 2020 - 14:53 WIB
loading...
Langka, China-Taiwan...
China dan Taiwan memprotes Jepang karena menubah nama pulau yang disengketakan di Laut China Timur. Foto/Mainichi
A A A
TOKYO - Momen langka ditunjukkan China dan Taiwan dalam menghadapi kebijakan Jepang . Dua negara yang bersitegang itu melancarkan protes setelah Jepang merubah nama sebuah pulau di Laut China Timur yang disengketakan.

Sebelumnya legislator di kota Ishigaki, Jepang barat daya, memilih untuk mengubah nama wilayah administrasi Laut China Timur, Tonoshiro menjadi Tonoshiro Senkaku pada 1 Oktober. Perubahan itu dikatakan untuk mencegah kebingungan dengan distrik Tonoshiro yang serupa di pusat kota Ishigaki.

Namun kebijakan ini rupanya berbuntut panjang karena pulau itu juga diklaim oleh China dan Taiwan. Kedua negara itu menyatakan frustasi dengan langkah Jepang.

"Diaoyu Dao dan pulau-pulau yang berafiliasi dengannya adalah wilayah yang melekat dengan China, dan China bertekad serta memutuskan untuk menjaga kedaulatan teritorialnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, pada konferensi pers di Beijing seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (23/6/2020).

Diaoyu Dao adalah nama China untuk untuk formasi kepulauan kecil yang tidak berpenghuni itu.

"Pengadopsian Jepang atas RUU yang mengubah nama (pulau) adalah provokasi serius terhadap kedaulatan wilayah China, yang ilegal, batal dan tidak berlaku. Itu tidak dapat mengubah fakta bahwa Diaoyu Dao adalah milik China. Kami dengan tegas menentang langkah yang diambil oleh Jepang ini," imbuhnya.

Di sisi lain, Taiwan juga mengklaim pulau-pulau yang dikenal sebagi Diaoyutai itu. Kementerian Luar Negeri Taiwan menyebut gugusan pulau itu sebagi wilayah yang melekat pada negaranya.

"Fakta bahwa negara kita memiliki kedaulatan tidak dapat disangkal. Klaim sepihak dan tindakan yang diambil oleh pihak lain tidak dapat mengubah fakta ini," kata Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam sebuah pernyataan.

Kedua belah pihak mengatakan mereka mengajukan protes ke Tokyo melalui saluran diplomatik. Menjawab komentar, konsulat Jepang di New York merujuk Newsweek ke komentar yang dibuat sebelumnya Senin oleh Sekretaris Kabinet Suga Yoshihide pada konferensi pers harian.

"Berkenaan dengan perubahan nama daerah dalam distrik, di bawah Undang-Undang Otonomi Daerah, kepala distrik yang bersangkutan harus melakukannya dengan suara majelis kota yang relevan, dan pemerintah tidak boleh mengomentarinya," kata Suga.

Beijing dan Taipei menganggap diri mereka penguasa yang sah bagi pulau-pulau yang dikuasai Jepang dan China secara keseluruhan. Ini adalah hasil perselisihan diplomatik setelah China daratan yang dikuasai Komunis memenangi perang saudara yang berakhir pada 1949.

Jepang memutuskan hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan dan menjalin hubungan dengan China pada tahun 1972. PBB juga mengubah pengakuannya, dan negara-negara Barat juga mengubah posisi mereka. Namun, Jepang terus mempertahankan hubungan sektor tidak resmi dan swasta dengan Taiwan, sesama mitra AS, dan hubungannya dengan China sering penuh dengan ketegangan.

Sementara kedua negara mempertahankan hubungan ekonomi yang erat, Jepang menampung puluhan ribu pasukan AS dan pusat komando utama Pentagon telah terbukti menjadi tantangan bagi kehadiran militer China yang semakin luas di seluruh wilayah Asia-Pasifik.

Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan perjalanan ke Jepang pada kunjungan kenegaraan pada bulan April, tetapi perjalanan itu ditunda karena kekhawatiran Covid-19 . Bahkan ketika wilayah tersebut mulai pulih dari wabah penyakit, kekisruhan telah menimbulkan pertanyaan baru tentang hubungan kedua negara.

China telah meningkatkan pengaruh keamanannya terhadap wilayah semi-otonom Hong Kong, memamerkan aset-aset militer di dekat Taiwan dan meningkatkan operasi berlayar di dekat Senkaku, atau Diaoyu, pulau-pulau sengketa, mengirimkan kapal-kapal ke daerah yang disengketakan itu selama 69 hari berturut-turut sejak 14 April yang merupakan sebuah rekor. China juga terlibat dalam pertikaian perbatasan berdarah dengan negara tetangganya, India, negara lain yang mendukung pandangan AS dan Jepang untuk "Free and Open Indo-Pacific."
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Anak-Anak Muda India...
Anak-Anak Muda India Muak dengan Pemerintah, Bentuk "Partai Kecoak"
Rekomendasi
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved