AS Sudah Susun Rencana Jika Terjadi Kiamat atau Perang Nuklir, Apa Saja Isinya?

Kamis, 02 Juni 2022 - 13:06 WIB
loading...
AS Sudah Susun Rencana...
Ilustrasi kiamat akibat perang nuklir di suatu kota. Foto/california18.com
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyiapkan rencana darurat untuk segala macam masalah terburuk yang bisa terjadi, termasuk kiamat.

Mungkin dengan pengecualian kiamat zombie yang belum disebutkan dalam dokumen itu.

Skenario jika terjadi kiamat itu memperhitungkan berbagai peristiwa bencana yang dapat memusnahkan negara-negara dan bahkan sebagian besar populasi dunia.

Baca juga: Negara yang Memiliki Pesawat Anti-Kiamat, Ini Beragam Kehebatannya

Pemerintah AS memang tidak mengharapkan negaranya hancur terbakar jika asteroid besar menabrak planet Bumi atau perang nuklir pecah.

Baca juga: Inilah Kehebatan Artileri Roket HIMARS yang Dikirim AS ke Ukraina

Namun, mereka telah menyusun serangkaian instruksi khusus untuk setiap skenario apokaliptik atau kiamat.

Baca juga: Anggota Parlemen Rusia Ungkap Cara Operasi ke Ukraina Berakhir

Instruksi resmi ini, yang disebut sebagai Dokumen Tindakan Darurat Presiden (PEAD), berasal dari tahun 1956 dan telah lama menjadi rahasia.

Meski demikian, Pusat Keadilan Brennan baru-baru ini berhasil membuka segel sekitar 500 dari 6.000 halaman melalui Undang-Undang Kebebasan Informasi AS.

Dalam Sidang Alokasi Komite DPR 2016, PEAD digambarkan sebagai, "Dokumen hukum yang telah dikoordinasikan sebelumnya yang dirancang untuk mengimplementasikan keputusan Presiden atau mengirimkan permintaan Presiden ketika keadaan darurat mengganggu proses pemerintahan atau legislatif yang normal."

Dengan kata lain, presiden atau siapa pun yang bertanggung jawab, akan mengeluarkan serangkaian proklamasi, perintah eksekutif, atau pesan yang telah ditentukan sebelumnya kepada Kongres jika peristiwa apokaliptik tertentu mengganggu fungsi normal pemerintahan.

Tindakan ini bertujuan mempertahankan kontrol di AS bahkan ketika segala sesuatunya berpotensi berantakan dan kacau-balau.

Instruksi khusus bervariasi dari dekade ke dekade, dengan hampir setiap presiden AS sebagian menulis ulang PEAD.

Tidak jelas apakah Presiden AS Joe Biden telah menemukan waktu untuk menerapkan perubahan apa pun sejauh ini pada dokumen itu.

Tanggapan Gedung Putih terhadap serangan nuklir adalah salah satu skenario yang paling rumit dalam PEAD sebelum serangan 9/11, menurut dokumen yang tidak dirahasikan.

“Ini termasuk deklarasi darurat nasional tak terbatas dan keadaan darurat pertahanan sipil, serta perpanjangan dinas militer tanpa batas dan penarikan pensiunan prajurit,” ungkap dokumen itu, dilansir Sputnik pada Kamis (2/6/2022).

Skenario tanggapan sebagian besar dirujuk silang dengan dokumen pemerintah yang sudah ada sebelumnya, dan tidak semuanya tersedia.

Satu kemungkinan hanya digambarkan sebagai "proklamasi untuk kontrol musuh asing (alien)".

Tidak jelas dari 500 halaman dan catatan pemerintah AS lainnya kapan skenario ini harus dipicu atau garis tindakan apa yang harus diikuti secara rinci.

Sejak kepresidenan George W Bush dan setelah serangan 9/11, dokumen-dokumen tersebut telah mengalami perubahan signifikan, dengan perang nuklir digantikan sebagai perhatian utama oleh skenario lain.

Saat itulah PEAD mulai mengizinkan pemerintah untuk menutup "fasilitas atau stasiun untuk komunikasi kabel" dan memusnahkan "peralatan dan perlengkapannya".

Sedikit informasi yang dideklasifikasi mengenai perubahan yang dibuat Presiden Barack Obama dan Donald Trump pada PEAD.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
5 Negara Muslim yang...
5 Negara Muslim yang Bakal Terseret jika Perang Dunia III Terjadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved