Anggota Parlemen Rusia Ungkap Cara Operasi ke Ukraina Berakhir

Kamis, 02 Juni 2022 - 07:15 WIB
loading...
Anggota Parlemen Rusia...
Kepala Komite Pertahanan Duma Rusia Andrey Kartapolov. Foto/spisok-putina.org
A A A
MOSKOW - Serangan militer Moskow di Ukraina bisa berakhir jika Kiev setuju untuk bernegosiasi. Pernyataan itu diungkapkan Kepala Komite Pertahanan Duma Negara Rusia Andrey Kartapolov pada Rabu (1/6/2022).

“Operasi akan berkembang sesuai dengan rencana, dan, saya pikir, akan berakhir ketika kepemimpinan Ukraina saat ini 'matang' untuk negosiasi," ujar Kartapolov dalam wawancara dengan kantor berita RIA Novosti.

Dia mengatakan situasi di lapangan telah berubah dan pasukanUkraina mulai retak.

Baca juga: Jerman akan Kirim Salah Satu Senjata Paling Canggih ke Ukraina

Putaran terakhir pembicaraan tatap muka antara kedua negara diadakan pada 29 Maret di Istanbul, di mana Kiev mengusulkan menandatangani perjanjian internasional tentang jaminan keamanan untuk Ukraina sebagai imbalan menyetujui status netral yang telah dituntut Rusia sejak sebelum konflik dimulai.

Baca juga: Rusia Bongkar Siapa Saja yang Untung dari Krisis Ukraina

Namun, pembicaraan itu akhirnya gagal dan kedua belah pihak terus saling menyalahkan atas kurangnya kemajuan dalam negosiasi.

Baca juga: Turki Batalkan Latihan NATO di Laut Hitam, Beri Alasan Sangat Tegas

Pada Senin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengundang Moskow dan Kiev untuk mengadakan putaran baru pembicaraan di Istanbul.

Erdogan mencatat proses perdamaian tampaknya membuat setidaknya beberapa kemajuan sebelum gagal.

“Presiden Erdogan menyatakan kesiapan Turki, jika pada prinsipnya disepakati kedua belah pihak, untuk bertemu dengan Rusia, Ukraina dan PBB di Istanbul, dan mengambil peran dalam mekanisme pengamatan yang memungkinkan,” papar direktorat komunikasi kepresidenan Turki.

Rusia menyerang negara tetangga itu menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Berita Terkini
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved