Turki Batalkan Latihan NATO di Laut Hitam, Beri Alasan Sangat Tegas

Rabu, 01 Juni 2022 - 16:01 WIB
loading...
Turki Batalkan Latihan...
Angkatan Laut AS menggelar latihan pertahanan udara bersama Bulgaria, Rumania dan Turki di Laut Hitam pada 19 Juni 2020. Foto/navalpost.com
A A A
ANKARA - Latihan militer NATO yang direncanakan di Laut Hitam telah ditunda atau dibatalkan secara langsung. Turki membuat keputusan mengejutkan di tengah konflik Rusia dan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengumumkan keputusan itu dengan mengutip konvensi berusia puluhan tahun yang memberi Ankara hak veto atas penempatan angkatan laut di wilayah tersebut.

Berbicara kepada Anadolu dalam wawancara pada Selasa (31/5/2022), menteri luar negeri Turki menjelaskan keengganan Ankara mengikuti kampanye sanksi Barat terhadap Moskow sebagai tanggapan atas serangannya terhadap Ukraina.

Baca juga: Rusia Bongkar Siapa Saja yang Untung dari Krisis Ukraina

Dia menyatakan negaranya berusaha menghindari peningkatan ketegangan karena mencoba menengahi negosiasi untuk mengakhiri konflik.

Baca juga: Kucurkan Rp1.557 Triliun, Jerman akan Jadi Militer NATO Terkuat di Eropa

“Jika kita ikut sanksi, kita tidak akan bisa memenuhi peran mediasi yang kita miliki sekarang. Kami menerapkan Konvensi Montreux pada kapal perang, tetapi wilayah udara, koridor itu, kami harus tetap membukanya,” tutur dia, merujuk pada perjanjian 1936 yang memberikan hak kepada Turki untuk mengatur lalu lintas maritim melalui Laut Hitam.

Baca juga: Europol Khawatir Senjata Barat di Ukraina Bisa Jatuh ke Tangan Penjahat

“Kami telah, sesuai dengan konvensi, membatalkan atau menunda latihan NATO yang direncanakan. Kami memainkan peran penting, dan kami memenuhi kewajiban kami,” ujar Cavusoglu.

Turki telah menerapkan Konvensi Montreux untuk menolak akses sejumlah kapal perang Rusia ke Laut Hitam melalui selat Bosporus sejak konflik di Ukraina dimulai pada Februari.

Meski demikian, Turki telah membuat pengecualian untuk kapal yang kembali ke pelabuhan asal mereka, sebagaimana diatur dalam perjanjian.

Sementara menteri luar negeri tidak merinci latihan apa yang telah dibatalkan atau dijadwalkan ulang, blok militer Atlantik Utara telah melakukan serangkaian latihan di seluruh Eropa dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satunya adalah latihan yang dilakukan di Estonia bulan lalu yang melibatkan 15.000 tentara dari 14 negara, diadakan hanya 40 mil dari pangkalan militer Rusia terdekat.

Pada pertengahan Mei, pasukan NATO melakukan misi pelatihan di Laut Hitam, di mana Angkatan Laut Amerika SEAL mengerahkan unit operasi khusus asing sebagai bagian dari latihan tahunan Trojan Footprint.

Acara ini melibatkan lebih dari 3.300 tentara dari 30 negara, dan dilakukan di negara-negara Laut Hitam yakni Bulgaria dan Rumania, serta Kroasia, Estonia, Jerman, Yunani, Hongaria, Latvia, Lithuania, Montenegro, Makedonia Utara, Polandia, Slovakia dan Slovenia.

Ukraina juga dijadwalkan mengambil bagian dalam latihan sebelum Moskow meluncurkan serangannya, setelah berpartisipasi dalam Trojan Footprint tahun 2021.

Pengawasan udara NATO di sepanjang Laut Hitam juga diintensifkan pada April, dengan jet tempur Belanda dikerahkan untuk mendukung Angkatan Udara Bulgaria mengikuti serangkaian langkah serupa untuk menopang "sayap timur" aliansi tersebut.

Cavusoglu melanjutkan dengan berargumen bahwa peran Turki sebagai perantara antara Moskow dan Kiev “diterima” banyak negara lain.

Dia bersikeras bahwa Ankara hanya akan menyetujui sanksi terhadap Rusia jika sanksi itu dimandatkan oleh PBB.

“Semua orang sekarang dapat menjatuhkan sanksi kepada siapa pun yang mereka inginkan. Itu urusan mereka. Kami telah memilih peran mediator, kami mencoba membuat segalanya lebih mudah,” tegas dia.

Komentar menteri luar negeri muncul satu hari setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melayangkan tawaran baru untuk negosiasi antara Moskow dan Kiev di Istanbul.

Erdogan membuat proposal negosiasi selama panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Berita Terkini
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Infografis
Rusia Didesak China,...
Rusia Didesak China, Buka Blokade Ekspor Biji-bijian di Laut Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved