PM Israel Rilis Dokumen Intelijen Iran Mata-matai Badan Nuklir PBB
Rabu, 01 Juni 2022 - 04:23 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun sebagian besar dokumen memuat stempel, lencana, dan tanda tangan resmi – serta catatan tulisan tangan seperti yang ditulis oleh Menteri Pertahanan Iran kepada ilmuwan nuklir top yang tewas dibunuh, Mohsen Fakhrizadeh – namun dokumen itu tidak dapat diverifikasi secara independen untuk membuktikan keasliannya.
Video Bennett dan paparan nyata muncul seminggu setelah Wall Street Journal menerbitkan laporan tentang mata-mata Iran di IAEA, berdasarkan dokumen yang dicuri oleh Tel Aviv.
Laporan Wall Street Journal (WSJ) menyatakan mereka menerima akses ke dokumen-dokumen itu dari badan intelijen negara Timur Tengah yang menentang program nuklir Iran, yang sekarang dikonfirmasi - dan tidak mengejutkan - sebagai Israel.
Menurut laporan WSJ, dokumen IAEA diakses oleh pejabat Iran dan diedarkan di antara pejabat tinggi yang terlibat dalam program nuklir negara itu antara tahun 2004 dan 2006.
Berbekal informasi rahasia itu, mereka kemudian dilaporkan dapat menyiapkan cerita sampul, mengarang informasi, dan mendapatkan wawasan tentang apa yang disadari dan tidak disadari oleh inspektur IAEA.
Baca juga: PM Israel: Kekebalan Iran Telah Berakhir
Baru-baru ini, IAEA menerbitkan laporannya sendiri di mana badan itu mengungkapkan dugaan bahan nuklir yang ditemukan di tiga lokasi di Iran. Laporan itu menyatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya Teheran sekarang 18 kali lipat dari batas yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015.
Menyusul laporan badan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan: "Sayangnya, laporan ini tidak mencerminkan realitas negosiasi antara Iran dan IAEA."
Video Bennett dan paparan nyata muncul seminggu setelah Wall Street Journal menerbitkan laporan tentang mata-mata Iran di IAEA, berdasarkan dokumen yang dicuri oleh Tel Aviv.
Laporan Wall Street Journal (WSJ) menyatakan mereka menerima akses ke dokumen-dokumen itu dari badan intelijen negara Timur Tengah yang menentang program nuklir Iran, yang sekarang dikonfirmasi - dan tidak mengejutkan - sebagai Israel.
Menurut laporan WSJ, dokumen IAEA diakses oleh pejabat Iran dan diedarkan di antara pejabat tinggi yang terlibat dalam program nuklir negara itu antara tahun 2004 dan 2006.
Berbekal informasi rahasia itu, mereka kemudian dilaporkan dapat menyiapkan cerita sampul, mengarang informasi, dan mendapatkan wawasan tentang apa yang disadari dan tidak disadari oleh inspektur IAEA.
Baca juga: PM Israel: Kekebalan Iran Telah Berakhir
Baru-baru ini, IAEA menerbitkan laporannya sendiri di mana badan itu mengungkapkan dugaan bahan nuklir yang ditemukan di tiga lokasi di Iran. Laporan itu menyatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya Teheran sekarang 18 kali lipat dari batas yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015.
Menyusul laporan badan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan: "Sayangnya, laporan ini tidak mencerminkan realitas negosiasi antara Iran dan IAEA."
Lihat Juga :