Ukraina Ledek Rusia: Jenderal Moskow Lari Terbirit-birit Diancam Dibunuh Anak Buahnya
Selasa, 31 Mei 2022 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
"Para prajurit menolak untuk mematuhi perintah dan siap untuk meledakkan 'tamu-tamu tinggi'. Jadi jenderal Rusia dengan malu-malu lari terbirit-birit dari depan, mengibas-ngibaskan ekornya," imbuh posting militer Kiev.
Disebutkan bahwa klaim itu dibuktikan dengan percakapan telepon seorang tentara Rusia bernama Zagarbnikív dan istrinya yang disadap oleh Dinas Keamanan Ukraina.
Masih menurut posting tersebut, tentara Rusia itu diduga memberi tahu istrinya melalui telepon: "Tadi malam komandan tiba."
"Komandan kompi sudah datang?" jawab sang istri.
"Brengsek itu datang ke sini. Dia ditanyai...oleh seseorang yang kontraknya berakhir...Dan dia bertanya pada saya—'Berapa lama sampai akhir kontrak Anda?" Saya berkata—'20-an hari'. Dia berkata—'Ya, Anda punya dua puluh hari untuk mati di sini'," imbuh tentara Rusia tersebut.
"Apakah dia sudah gila?" jawab istri tentara itu.
"Ya. Dan kemudian semua orang-orang mulai menolak maju, maju ke depan. Itu omong kosong sekarang. BTG [grup batalion taktis] kami, dari 600 orang, kami memiliki 215 orang yang tersisa. Semua orang terbunuh atau terluka," jawab suaminya.
Disebutkan bahwa klaim itu dibuktikan dengan percakapan telepon seorang tentara Rusia bernama Zagarbnikív dan istrinya yang disadap oleh Dinas Keamanan Ukraina.
Masih menurut posting tersebut, tentara Rusia itu diduga memberi tahu istrinya melalui telepon: "Tadi malam komandan tiba."
"Komandan kompi sudah datang?" jawab sang istri.
"Brengsek itu datang ke sini. Dia ditanyai...oleh seseorang yang kontraknya berakhir...Dan dia bertanya pada saya—'Berapa lama sampai akhir kontrak Anda?" Saya berkata—'20-an hari'. Dia berkata—'Ya, Anda punya dua puluh hari untuk mati di sini'," imbuh tentara Rusia tersebut.
"Apakah dia sudah gila?" jawab istri tentara itu.
"Ya. Dan kemudian semua orang-orang mulai menolak maju, maju ke depan. Itu omong kosong sekarang. BTG [grup batalion taktis] kami, dari 600 orang, kami memiliki 215 orang yang tersisa. Semua orang terbunuh atau terluka," jawab suaminya.
Lihat Juga :