Bir Singapura Ini Dibuat dari Air Kencing, Siapa Mau Coba?

Senin, 30 Mei 2022 - 15:00 WIB
loading...
Bir Singapura Ini Dibuat dari Air Kencing, Siapa Mau Coba?
Singapura memproduksi bir yang dibuat dari daur ulang limbah dan urine. Foto/REUTERS/Ilustrasi
A A A
SINGAPURA - Bir buatan Singapura ini dibuat secara nyeleneh, yakni dari daur ulang limbah dan urine atau air kencing manusia.

Produk bir itu diberi nama "Newbrew". Meskipun tampak atau terasa seperti bir biasa, minuman ini dibuat menggunakan "Newater", merek air bersih berkualitas tinggi Singapura yang didaur ulang dari limbah dan urine.

Sekitar 95 persen Newbrew terbuat dari Newater, yang tidak hanya mematuhi standar internasional air minum yang aman tetapi juga diuji cukup bersih untuk digunakan untuk menyeduh bir.

Bagi konsumennya, bir tersebut rasanya lembut seperti madu panggang.

Baca juga: Pabrik Bir Finlandia Luncurkan Bir NATO

Bir daur ulang limbah ini dibuat menggunakan bahan-bahan terbaik seperti malt barley Jerman premium, Citra aromatik dan Calypso hop, serta kveik—jenis ragi yang sangat dicari dari Norwegia.

Mengutip laporan dari The Straits Times, Senin (30/5/2022), Newbrew diluncurkan pada 8 April oleh badan air nasional PUB dan tempat pembuatan bir lokal "Brewerkz", bersamaan dengan konferensi air di Singapore International Water Week (SIWW).

Newwater tidak mencemari rasa malt, hop, dan galur ragi yang dikontrol secara hati-hati oleh pembuat bir.

"Dengan maksud untuk mempromosikan kesadaran akan daur ulang dan penggunaan kembali air, Newbrew mungkin adalah 'bir paling hijau' di Singapura," kata menurut Ryan Yuen, direktur pelaksana Singapore International Water Week (SIWW).

Pembuatan bir menggunakan air daur ulang bukan pertama kali diperkenalkan oleh Newbrew.

Perusahaan bir Stone Brewing telah meluncurkan "Stone Full Circle Pale Ale" pada tahun 2017. Pabrik bir lain seperti Crust Group dan Super Loco Group juga telah meluncurkan bir versi mereka sendiri menggunakan air daur ulang limbah yang bersih.
(min)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1537 seconds (10.101#12.26)