Pakar PBB: Keamanan Libya Terancam oleh Tentara Asing

Minggu, 29 Mei 2022 - 19:05 WIB
loading...
Pakar PBB: Keamanan...
Pakar PBB sebut keamanan Libya terancam oleh tentara asing. Foto/Ilustrasi
A A A
TRIPOLI - Libya menghadapi ancaman keamanan serius dari pejuang asing dan perusahaan militer swasta, terutama Grup Wagner Rusia yang telah melanggar hukum internasional . Hal itu diungkapkan pakar PBB dalam laporan yang diperoleh The Associated Press.

Para ahli juga menuduh tujuh kelompok bersenjata Libya secara sistematis menggunakan penahanan yang tidak sah untuk menghukum pihak lawan, mengabaikan hukum hak-hak sipil internasional dan domestik, termasuk hukum yang melarang penyiksaan.

“Secara khusus, para migran sangat rentan terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan secara teratur menjadi sasaran tindakan perbudakan, pemerkosaan dan penyiksaan,” kata panel tersebut dalam laporan kepada Dewan Keamanan PBB yang diperoleh Jumat (27/5/2022) malam oleh AP.

Baca juga: Profil 2 Istri Mantan Presiden Libya Muammar Gaddafi

Negara Afrika Utara yang kaya minyak itu jatuh ke dalam kekacauan setelah pemberontakan yang didukung NATO pada 2011 menggulingkan diktator Muammar Qaddafi, yang kemudian terbunuh. Libya kemudian menjadi terbagi antara pemerintah saingan - satu di timur, yang didukung oleh komandan militer Khalifa Haftar, dan administrasi yang didukung PBB di ibu kota Tripoli. Masing-masing pihak didukung oleh milisi dan kekuatan asing yang berbeda.

Pada April 2019, Haftar dan pasukannya, yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, melancarkan serangan untuk mencoba dan merebut Tripoli. Kampanyenya gagal setelah Turki meningkatkan dukungan militernya untuk pemerintah yang didukung PBB dengan ratusan tentara dan ribuan tentara bayaran Suriah.

Kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2020 menghasilkan kesepakatan tentang pemerintahan transisi pada awal Februari 2021 dan pemilihan dijadwalkan pada 24 Desember lalu yang bertujuan untuk menyatukan negara. Tapi, mereka dibatalkan dan negara itu sekarang memiliki pemerintah saingan dengan dua orang Libya yang mengaku sebagai perdana menteri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
Pendiri SoftBank Masayoshi...
Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun
Rekomendasi
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Berita Terkini
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved