Wabah COVID-19 Melandai, China Longgarkan Pembatasan di Beijing dan Shanghai

Minggu, 29 Mei 2022 - 15:58 WIB
loading...
Wabah COVID-19 Melandai,...
China melonggarkan pembatasan di Beijing dan Shanghai setelah wabah COVID-19 menurun. Foto/The Hindu
A A A
BEIJING - Warga China kembali mendatangi mal-mal di Beijing pada Minggu (29/5/2022) ketika Ibu Kota China itu melonggarkan pembatasan pandemi setelah menyatakan wabah COVID-19 berkurang namun persisten secara efektif terkendali.

Pembukaan kembali sebagian toko dan kantor di Beijing disambut oleh penduduk yang lelah dan pemilik toko yang berjuang untuk hidup kembali normal. Ditambah dengan pelonggaran pembatasan secara bertahap di Shanghai, itu menandakan bahwa yang periode terburuk di kota-kota besar di China akibat wabah telah berakhir.

Beijing mengizinkan taman umum, pusat kebugaran, dan bioskop dibuka kembali pada hari Minggu, semuanya dengan kapasitas 50%. Sebagian Tembok Besar di bagian pedesaan Beijing, sekitar 60 kilometer dari pusat kota, dibuka kembali untuk pengunjung pada hari Senin.

Baca juga: Kepala Kesehatan Beijing Dipecat di Tengah Perang Melawan Covid-19

Juru bicara kota, Xu Hejian, mengatakan pada Sabtu kemarin bahwa kasus sporadis masih ditemukan di beberapa distrik, tetapi mereka berada dalam kisaran yang dapat dikendalikan.

“Putaran wabah ini telah dikendalikan secara efektif,” katanya seperti dikutip dari AP.

Meski begitu, restoran di Beijing tetap tutup kecuali untuk takeout dan pengiriman. Sedangkan warga China di Shanghai masih hanya bisa keluar dengan tiket khusus dan untuk jangka waktu terbatas, bahkan ketika jumlah kasus baru menurun drastis.

Penguncian dan pembatasan lain di bawah strategi "nol-COVID" China semakin membuat frustrasi penduduk ketika mereka melihat negara-negara lain melonggarkan dan membuka kembali perbatasan mereka.

Baca juga: Bendung Covid-19, Beijing Desak Jutaan Orang Bekerja dari Rumah

Beberapa warga telah menolak dan melakukan aksi protes di kompleks apartemen serta asrama universitas, di negara otoriter di mana orang berpikir dua kali untuk berbicara di depan umum karena menimbang segala akibatnya.

Para pejabat China cenderung bertindak hati-hati daripada mengambil risiko di bawah sistem yang siap menghukum mereka karena lemahnya penegakan hukum jika wabah berkobar atau kembali.

China mencatat 293 kasus baru pada hari Sabtu, 78 di antaranya di antara orang-orang yang datang dari luar negeri. Shanghai memiliki kasus non-impor terbanyak, dengan 122, dan Beijing memiliki 21. Kasus itu muncul dalam populasi lebih dari 20 juta orang di kedua kota.

Baca juga: Meski Negatif Covid-19, Ribuan Penduduk Beijing Tetap Dikarantina

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved