Lumuri Darah dan Pura-pura Mati, Anak Ini Selamat dari Penembakan Massal Texas

Jum'at, 27 Mei 2022 - 10:45 WIB
loading...
Lumuri Darah dan Pura-pura...
Miah Cerrillo (sebelah kanan dalam foto kiri), siswi 11 tahun yang selamat dari penembakan massal di SD Robb, Texas, Amerika Serikat. Foto/KRPC/Elsa G Ruiz/Facebook
A A A
UVALDE - Anak perempuan 11 tahun ini melakukan tindakan ekstrem yang membuatnya selamat dari penembakan massal yang tewaskan 21 orang di sebuah sekolah di Texas, Amerika Serikat (AS).

Dia melumuri tubuhnya dengan darah dan berpura-pura mati.

Miah Cerrillo (11), siswi Kelas Empat, menyaksikan guru dan teman-teman sekelasnya ditembak mati oleh pria bersenjata; Salvador Ramos (18) di Sekolah Dasar (SD) Robb, di Uvalde, Texas, pada Selasa sore.

Bibinya, Blanca Rivera, memberi tahu media lokal; Click 2 Houston: "Miah melihat temannya berlumuran darah, dan dia mendapat darah dan mengoleskannya pada dirinya sendiri.”

Baca juga: Pembantai 21 Orang di Texas Posting Ancaman Mengerikan 15 Menit sebelum Beraksi

Miah dilaporkan terluka dan memiliki pecahan peluru di punggungnya, tetapi telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Namun, bibinya mengatakan Miah sedang berjuang untuk mengatasi tragedi itu dan mengalami kepanikan.

Murid lain yang selamat juga menceritakan bagaimana dia selamat dari penembakan di sekolah itu dengan bersembunyi ketika pelaku penembakan menyerbu masuk dan berkata: “Sudah waktunya untuk mati.”

Murid itu mengatakan bahwa dia dan beberapa temannya melarikan diri dengan berlari di bawah meja dengan taplak meja sebagai penutup.

“Ketika saya mendengar suara tembakan melalui pintu, saya menyuruh teman saya untuk bersembunyi di bawah sesuatu sehingga dia tidak akan menemukan kami,” kata anak tersebut kepada KENS 5.

“Saya bersembunyi dengan keras. Dan saya mengatakan kepada teman saya untuk tidak berbicara karena dia [pria bersenjata] akan mendengar kami."

Anak itu juga menceritakan bahwa ketika polisi muncul dan meminta mereka yang membutuhkan bantuan untuk berteriak, seorang murid menuruti dan justru kemudian ditembak oleh Ramos.

"Salah satu orang di kelas saya berteriak 'tolong'. Pria itu mendengar dan dia masuk dan menembaknya," katanya.

Murid itu keluar dari bawah meja setelah penembakan berhenti. "Saya baru saja mengulurkan tangan," katanya.

"Saya keluar dengan teman saya. Saya tahu itu polisi. Saya melihat baju besi dan perisai."

Anak itu mengatakan bahwa gurunya, Irma Garcia dan Eva Mireles, berusaha menyelamatkan semua murid.

“Mereka adalah guru yang baik,” katanya. “Mereka pergi ke depan teman-teman sekelas saya untuk menolong. Untuk menyelamatkan mereka.”

Joe Garcia, suami yang berduka dari seorang guru Kelas Empat Irma Garcia yang terbunuh dalam pembantaian tersebut meninggal karena serangan jantung hanya dua hari setelah tragedi penembakan.

Rekan korban selamat, Chance Aguirre (9), mengatakan kepada NBC News bahwa dia dan murid lainnya bersembunyi di kafetaria ketika tembakan mulai dilepaskan.

“Kami semua bersembunyi di balik panggung di kafetaria ketika itu terjadi,” kata murid Kelas Tiga tersebut.

“Semua orang ketakutan. Kami semua panik karena kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Joevonni Gomez, penyintas lainnya, menggemakan sentimen tersebut, mengatakan dia tidak tahu apa yang terjadi ketika sekolah mengumumkan di sistem interkom bahwa ada penembak aktif di kampus.

Bocah sembilan tahun itu mengatakan kepada WKBN bahwa dia berpikir: "Seperti apa yang terjadi, dan seperti mengapa ini terjadi, dan seperti, mengapa dia melakukan ini?"

Joevonni mengatakan gurunya berdiri di dekat pintu kelas untuk memblokir peluru.

“Guru memblokir peluru dengan tubuhnya, sehingga kami dapat berlari dan menyelamatkan hidup kami,” katanya.

Di antara yang tewas adalah Amerie Jo Garza (10), yang dengan berani mencoba menelepon 911 saat kelasnya diserbu Ramos.

Polisi kemudian mengonfirmasi bahwa semua korban berada di ruang kelas Amerie Jo setelah mereka ditembak mati dengan pistol dan senapan oleh Ramos.

Secara total, remaja Ramos menembak mati 21 orang, termasuk dua guru.

Dia juga diduga menembak neneknya sebelum menyerbu sekolah.

Saat ini, motif di balik penembakan massal di sekolah itu masih belum jelas, begitu juga detail seputar kehidupan pribadi Ramos.

Namun, pihak berwenang yakin pria bersenjata itu bertindak sendiri.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved