Rusia Pecat 115 Tentaranya karena Menolak Perang di Ukraina

Jum'at, 27 Mei 2022 - 07:23 WIB
loading...
Rusia Pecat 115 Tentaranya...
Pasukan Rusia yang berperang di Ukraina. Moskow mengonfirmasi pemecatan 115 tentara Garda Nasional karena menolak berperang di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Pengadilan Rusia mengonfirmasi pemecatan 115 tentara Garda Nasional setelah menolak untuk ambil bagian dalam operasi militer Moskow di Ukraina .

Ratusan prajurit itu awalnya menentang pemecatan dan mengajukan banding, namun pengadilan membela keputusan pemerintah.

Kasus tersebut menjadi konfirmasi resmi pertama dari tentara yang menolak bergabung dengan kampanye militer Rusia di Ukraina yang diluncurkan pada 24 Februari.

Rusia selama ini menolak narasi invasi atau perang atas tindakannya di Ukraina, melainkan menggunakan narasi operasi militer khusus. Operasi militer itu untuk membasmi apa yang disebut Moskow sebagai "neo-Nazi" di Ukraina.

Baca juga: Perang Ukraina Sudah 92 Hari, Rusia Gunakan 60 Persen Rudal Presisi Tinggi

Sebuah pengadilan militer di Kabardino-Balkaria, selatan Rusia, mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya memeriksa dokumen yang diperlukan dan menanyai pejabat Garda Nasional—pasukan keamanan domestik yang terpisah dari Angkatan Darat Rusia.

"Disimpulkan bahwa para terdakwa secara sewenang-wenang menolak untuk melakukan tugas resmi dan [pengadilan] menolak banding mereka," bunyi putusan pengadilan.

"Sidang diadakan di balik pintu tertutup untuk menghindari pengungkapan rahasia militer," imbuh pengadilan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (27/5/2022).

Mengutip layanan pers pengadilan, kantor berita Interfax melaporkan pada hari Kamis bahwa para prajurit menolak untuk melaksanakan tugas terkait dengan operasi militer khusus Moskow di Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved