Negarawan AS: Rusia Bisa Keluar dari Eropa dan Jadi Sekutu Permanen China

Rabu, 25 Mei 2022 - 11:28 WIB
loading...
A A A
Kissinger adalah praktisi terkemuka dari pendekatan realpolitik untuk hubungan internasional yang menempatkan kepentingan praktis negara di atas pendirian ideologis mereka.

Dia ingat bahwa, delapan tahun lalu, ketika krisis Ukraina diluncurkan dengan kudeta bersenjata di Kiev, dia menganjurkan agar Ukraina menjadi negara netral dan “jembatan antara Rusia dan Eropa daripada… garis depan pengelompokan di Eropa.”

Ukraina malah mengejar keanggotaan NATO sebagai tujuan strategis, membuka jalan bagi permusuhan saat ini. “Peluang yang dia promosikan saat itu tidak ada lagi tetapi itu masih bisa dianggap sebagai tujuan akhir,” papar Kissinger.

“Barat harus mengingat gambaran yang lebih besar dan mengingat bahwa Rusia selama 400 tahun telah menjadi bagian penting dari Eropa,” ujar diplomat itu.

Dia memperingatkan, “Eropa harus berhati-hati agar Rusia tidak didorong ke dalam aliansi permanen dengan China.”

Kissinger membahas konfrontasi yang meningkat antara China dan AS, dengan mengatakan kedua negara sekarang menganggap satu sama lain sebagai satu-satunya pesaing strategis mereka yang layak di panggung dunia.

Dia mengatakan perlombaan senjata antara kedua negara adalah skenario yang sangat mengkhawatirkan seluruh dunia.

“Konflik dengan teknologi modern yang dilakukan tanpa adanya negosiasi pengendalian senjata sebelumnya, sehingga tidak ada kriteria batasan yang ditetapkan, akan menjadi malapetaka bagi umat manusia,” tutur dia.

Pertemuan di Davos pekan ini adalah forum internasional terbaru yang mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengajukan kasus atas nama negaranya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
AS-Israel, Negara Sekutu...
AS-Israel, Negara Sekutu Dekat tapi Perang Intelijen
Rekomendasi
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Berita Terkini
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved