John Bolton: Kim Jong-un Terbahak-bahak Tertawakan Trump

Senin, 22 Juni 2020 - 16:43 WIB
loading...
John Bolton: Kim Jong-un...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kiri) saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald John Trump di Panmunjom, Korea Selatan, 30 Juni 2019. Foto/REUTERS/Kevin Lamarque/File Photo
A A A
WASHINGTON - Mantan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton mengklaim pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un tertawa terbahak-bahak atas persepsi Presiden AS Donald Trump tentang hubungan mereka.

Bolton berbicara kepada ABC News untuk wawancara pertamanya menjelang rilis bukunya; "The Room Where It Happened", yang dijadwalkan hari Selasa (23/6/2020). Buku yang sempat digugat Gedung Putih ini berisi banyak tuduhan negatif terhadap Trump.

Ketika jurnalis Martha Raddatz bertanya apakah Trump benar-benar percaya Kim Jong-un menyukainya, Bolton menjawab dia tidak bisa melihat penjelasan lain.

"Saya pikir Kim Jong-un tertawa terbahak-bahak dari (klaim Trump) ini," kata Bolton. "Surat-surat ini yang telah ditunjukkan presiden kepada pers...ditulis oleh beberapa pejabat di kantor agitprop Partai Buruh Korea Utara," lanjut Bolton.

"Namun, presiden telah memandang itu sebagai bukti persahabatan yang mendalam," kata Bolton, seraya menambahkan bahwa persahabatan tidak berarti diplomasi internasional. (Baca: Bolton: Trump Pikir Keren Menginvasi Venezuela, tapi Batal karena Putin )

Bolton juga mengatakan dia tidak menganggap Trump cocok untuk menjabat presiden AS dan berharap dia adalah presiden satu periode saja.

"Saya berharap (sejarah) akan mengingatnya sebagai presiden satu periode yang tidak menjerumuskan negara ke dalam spiral yang tidak dapat kita ingat. Kita bisa mendapatkan lebih dari satu masa jabatan," katanya.

Bolton menambahkan bahwa dia tidak akan pernah memilih Trump atau pun calon presiden Partai Demokrat Joe Biden dalam pemilihan presiden November mendatang. Sebaliknya, dia akan mencari tahu seorang konservatif dari Partai Republik pada pemungutan suara.

Pemerintahan Trump telah berusaha untuk menghentikan penerbitan buku Bolton, tetapi seorang hakim AS pada Sabtu menolak untuk memblokir rilisnya, dengan mengatakan sudah terlambat untuk perintah penahanan buku tersebut. (Baca: Bolton: Trump Minta Bantuan Presiden China agar Menang Pilpres 2020 )

Buku "The Room Where It Happened" adalah potret Bolton tentang 17 bulan bekerja untuk Trump sampai akhirnya dia dipecat September 2019 lalu.

Dalam wawancaranya, Bolton mengklaim dia telah mengundurkan diri bukan dipecat. Dia mencatat bahwa "jeritan terakhir" baginya adalah ketika Trump mengundang Taliban ke Camp David selama negosiasi damai Afghanistan.

Buku Bolton, yang digambarkan Trump sebagai "karya fiksi" juga menggambarkan Presiden Trump memohon Presiden China Xi Jinping selama negosiasi perdagangan untuk membantu memenangkannya dalam pemilihan presiden AS November 2020. (Simak juga infografis: Bentrok Dengan China, India Kebut Pembelian 33 Jet Tempur Rusia )
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved