Rusia Ungkap Tanggal Produksi Jet Tempur Generasi Baru, Catat Tahunnya
Kamis, 19 Mei 2022 - 19:01 WIB
loading...
Kepala United Aircraft Corporation Yuri Slusar berbicara di depan Sukhoi Su-75 Checkmate saat Dubai Airshow, Dubai, Uni Emirat Arab, 14 November 2021. Foto/REUTERS/Imad Creidi
A
A
A
MOSKOW - Sukhoi Su-75 Checkmate, sepupu bermesin tunggal ringan dari jet tempur canggih Su-57 Rusia, akan mulai diproduksi massal sekitar tahun 2027.
Pernyataan itu diungkapkan Kepala Rostec Sergey Chemezov pada Rabu (18/5/2022).
Tanggal itu diungkapkan Sergey Chemezov saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia merinci kemajuan beberapa proyek penerbangan Rusia terkemuka, termasuk Checkmate.
Baca juga: Erdogan Sebut Swedia Sarang Teroris, Ancam Veto Upaya Gabung NATO
Pesawat tempur ringan yang berasal dari Su-57 bermesin ganda generasi kelima yang lebih berat, pertama kali diperkenalkan tahun lalu.
Baca juga: Amerika Serikat Gempar, Deteksi Kasus Pertama Penyakit Langka
Rostec berharap jet tempur itu bisa menjadi dorongan ekspor senjata utama bagi Sukhoi, anak perusahaan konglomerat pertahanan Rusia.
Baca juga: AS Ketir-ketir Korut Akan Uji Rudal Nuklir saat Biden Kunjungi Korsel
Checkmate menggunakan beberapa teknologi yang dikembangkan untuk proyek Su-57, dengan beberapa fitur khas, seperti saluran masuk udara tanpa pengalih dan permukaan kontrol ekor-V.
Pesawat tempur supersonic itu dapat membawa muatan hingga 7 ton di ruang senjata internal dan memiliki jangkauan 3.000 km, menurut desainer.
Jarak tempuh itu lebih jauh dari F-35 Lightning II Amerika.
Sejauh ini, satu prototipe dilaporkan telah selesai, dengan dua lagi sedang dirakit. Pesawat ini akan melakukan penerbangan perdananya tahun depan.
“Platform senjata udara lainnya, Sukhoi S-70 Okhotnik (‘pemburu’ dalam bahasa Rusia) akan mulai diproduksi tahun depan,” papar Chemezov.
Sementara produsennya sedang mengerjakan upgrade untuk peralatan kontrol darat drone.
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengindikasikan mereka mengharapkan menerima S-70 dalam jumlah besar mulai tahun 2024, tetapi kepala Rostec mengatakan pengiriman dapat dimulai setahun sebelumnya.
UAV S-70 adalah drone serang seberat 20 ton yang menggunakan badan pesawat terbang normal. S-70 melakukan penerbangan perdananya pada 2019.
Chemezov juga memberi tahu Putin tentang perombakan berkelanjutan armada pembom jarak jauh Tu-160M Rusia dan kemajuan pesawat sipil MS-21.
Pernyataan itu diungkapkan Kepala Rostec Sergey Chemezov pada Rabu (18/5/2022).
Tanggal itu diungkapkan Sergey Chemezov saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia merinci kemajuan beberapa proyek penerbangan Rusia terkemuka, termasuk Checkmate.
Baca juga: Erdogan Sebut Swedia Sarang Teroris, Ancam Veto Upaya Gabung NATO
Pesawat tempur ringan yang berasal dari Su-57 bermesin ganda generasi kelima yang lebih berat, pertama kali diperkenalkan tahun lalu.
Baca juga: Amerika Serikat Gempar, Deteksi Kasus Pertama Penyakit Langka
Rostec berharap jet tempur itu bisa menjadi dorongan ekspor senjata utama bagi Sukhoi, anak perusahaan konglomerat pertahanan Rusia.
Baca juga: AS Ketir-ketir Korut Akan Uji Rudal Nuklir saat Biden Kunjungi Korsel
Checkmate menggunakan beberapa teknologi yang dikembangkan untuk proyek Su-57, dengan beberapa fitur khas, seperti saluran masuk udara tanpa pengalih dan permukaan kontrol ekor-V.
Pesawat tempur supersonic itu dapat membawa muatan hingga 7 ton di ruang senjata internal dan memiliki jangkauan 3.000 km, menurut desainer.
Jarak tempuh itu lebih jauh dari F-35 Lightning II Amerika.
Sejauh ini, satu prototipe dilaporkan telah selesai, dengan dua lagi sedang dirakit. Pesawat ini akan melakukan penerbangan perdananya tahun depan.
“Platform senjata udara lainnya, Sukhoi S-70 Okhotnik (‘pemburu’ dalam bahasa Rusia) akan mulai diproduksi tahun depan,” papar Chemezov.
Sementara produsennya sedang mengerjakan upgrade untuk peralatan kontrol darat drone.
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengindikasikan mereka mengharapkan menerima S-70 dalam jumlah besar mulai tahun 2024, tetapi kepala Rostec mengatakan pengiriman dapat dimulai setahun sebelumnya.
UAV S-70 adalah drone serang seberat 20 ton yang menggunakan badan pesawat terbang normal. S-70 melakukan penerbangan perdananya pada 2019.
Chemezov juga memberi tahu Putin tentang perombakan berkelanjutan armada pembom jarak jauh Tu-160M Rusia dan kemajuan pesawat sipil MS-21.
(sya)
Lihat Juga :