Rusia: 700 Pejuang Ukraina di Mariupol Menyerah dalam 24 Jam Terakhir
Rabu, 18 Mei 2022 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
Pemimpin separatis pro-Rusia yang menguasai daerah itu dikutip oleh kantor berita lokal mengatakan bahwa komandan utama di dalam pabrik itu belum menyerah: "Mereka belum pergi," kata kantor berita DAN, mengutip Denis Pushilin.
Baca: Rusia Tolak Tawaran Turki Evakuasi Tentara Ukraina dari Pabrik Baja Mariupol
Penyerahan terakhir Mariupol akan mengakhiri pengepungan hampir tiga bulan di kota yang pernah makmur berpenduduk 400.000 orang, di mana Ukraina mengatakan puluhan ribu warga sipil tewas di bawah pengepungan dan pemboman Rusia, banyak yang terkubur di kuburan massal.
Kemarin, Kiev dan Moskow sama-sama mengatakan bahwa sekitar 250 orang meninggalkan pabrik, memberikan sedikit petunjuk tentang nasib ratusan lainnya yang diyakini berada di dalam areal tersebut. Ukraina mengatakan tidak akan mengungkapkan berapa banyak yang ada di sana sampai operasi untuk menyelamatkan mereka semua selesai.
Pejabat Ukraina telah berbicara tentang harapan untuk mengatur pertukaran tahanan dengan pembela Mariupol yang mereka gambarkan sebagai pahlawan nasional. Sementara Moskow mengatakan tidak ada kesepakatan seperti itu yang dibuat untuk para pejuang yang disebutnya Nazi.
Baca: Rusia Tolak Tawaran Turki Evakuasi Tentara Ukraina dari Pabrik Baja Mariupol
Penyerahan terakhir Mariupol akan mengakhiri pengepungan hampir tiga bulan di kota yang pernah makmur berpenduduk 400.000 orang, di mana Ukraina mengatakan puluhan ribu warga sipil tewas di bawah pengepungan dan pemboman Rusia, banyak yang terkubur di kuburan massal.
Kemarin, Kiev dan Moskow sama-sama mengatakan bahwa sekitar 250 orang meninggalkan pabrik, memberikan sedikit petunjuk tentang nasib ratusan lainnya yang diyakini berada di dalam areal tersebut. Ukraina mengatakan tidak akan mengungkapkan berapa banyak yang ada di sana sampai operasi untuk menyelamatkan mereka semua selesai.
Pejabat Ukraina telah berbicara tentang harapan untuk mengatur pertukaran tahanan dengan pembela Mariupol yang mereka gambarkan sebagai pahlawan nasional. Sementara Moskow mengatakan tidak ada kesepakatan seperti itu yang dibuat untuk para pejuang yang disebutnya Nazi.
Lihat Juga :