Parahnya Sri Lanka: Kehabisan Bensin, Impor Pun Gagal karena Tak Punya Uang

Selasa, 17 Mei 2022 - 13:44 WIB
loading...
Parahnya Sri Lanka:...
Antrean bacak motor menuju SPBU terjadi di Sri Lanka ketika negara itu kehabisan bensin di tengah parahnya krisis ekonomi. Foto/Dinuka Liyanawatte
A A A
COLOMBO - Perdana Menteri (PM) baru Sri Lanka , Ranil Wickremesinghe, mengatakan negaranya sudah kehabisan stok bensin. Apesnya, untuk melakukan impor juga gagal karena tidak miliki uang dolar yang cukup.

Menurutnya, Sri Lanka sangat membutuhkan USD75 juta dalam valuta asing untuk beberapa hari ke depan guna membayar impor penting, termasuk obat-obatan.

“Kami kehabisan bensin. Saat ini, kami hanya memiliki stok bensin untuk satu hari,” kata Wickremesinghe pada hari Senin dalam sebuah pidato kenegaraan, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (17/5/2022).

Sri Lanka, lanjut dia, menderita kekurangan bahan bakar dan obat-obatan.

Baca juga: Sri Lanka Bangkrut, Gagal Bayar Utang Rp732,2 Triliun, dan Politik Dinasti

Dia mengatakan pemerintah juga tidak dapat mengumpulkan dolar untuk membayar tiga pengiriman minyak, di mana kapal-kapal menunggu di luar pelabuhan Colombo untuk pembayaran sebelum menurunkan muatan mereka.

Wickremesinghe mengambil alih jabatan sebagai PM baru Sri Lanka pada hari Kamis setelah pendahulunya; Mahinda Rajapaksa, dipaksa mengundurkan diri setelah berminggu-minggu protes atas penanganan pemerintah terhadap krisis ekonomi yang berubah menjadi kerusuhan mematikan.

Presiden Sri Lanka saat ini, Gotabaya Rajapaksa, sebenarnya menggantikan posisi Mahinda, kakak laki-lakinya. Sedangkan Wickremesinghe, seorang anggota Parlemen kubu oposisi, pernah memegang jabatan serupa lima kali sebelumnya.

Mereka kini melakukan upaya yang putus asa untuk menenangkan para pengunjuk rasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Sri Lanka Diterjang...
Sri Lanka Diterjang Krisis Ekonomi akibat Perang Iran, Indonesia Harus Waspada
Sri Lanka Tolak Permintaan...
Sri Lanka Tolak Permintaan AS untuk Mendaratkan 2 Jet Tempur di Bandara Mattala
Sri Lanka Berupaya Jamin...
Sri Lanka Berupaya Jamin Keamanan Kapal Perang Iran Kedua usai Serangan Kapal Selam AS
Iran Kirim Kapal Perang...
Iran Kirim Kapal Perang Kedua ke Perairan Sri Lanka usai Serangan Kapal Selam AS
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Berita Terkini
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Infografis
Rusia Tak Lagi Oka Era...
Rusia Tak Lagi Oka Era Soviet karena Rudal Iskander Sudah Hebat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved