Mahasiswi Non-Muslim Deborah Samuel Dibunuh karena Hina Nabi Muhammad, Ini Reaksi Orang Tua
Senin, 16 Mei 2022 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Sisa-sisa jasad Deborah telah dimakamkan di kampung halamannya, Tungan Magajiya di Wilayah Pemerintah Daerah Rijau, Negara Bagian Niger, Sabtu malam.
Orang tua Deborah yang masih berduka mengatakan bahwa mereka tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan atau dilakukan sehubungan dengan kehilangan putri mereka, tetapi telah memutuskan untuk menyerahkan segalanya di tangan Tuhan.
Berbicara dengan Daily Post Nigeria, Senin (16/5/2022), sang Ayah, Emmanuel Garba, yang merupakan petugas keamanan di Negara Bagian Niger mengatakan, “Kami tidak bisa mengatakan atau melakukan apa pun, kecuali menganggapnya sebagai takdir Tuhan. Kami telah menyerahkan semuanya kepada Tuhan, kami telah memutuskan untuk menerimanya seperti itu."
Tentang siapa yang membawa kembali jenazah mendiang putrinya dari Negara Bagian Sokoto, sang Ayah menjelaskan bahwa dia sendiri yang pergi dan membawa pulang jenazahnya untuk dimakamkan.
“Saya secara pribadi pergi dan membawa kembali tubuh putri saya untuk memungkinkan saya menguburkan putri saya sendiri. Ini karena menahannya di kamar mayat tidak akan mengembalikannya," katanya.
“Ketika saya sampai di sana, saya bertemu dengan pejabat pemerintah dan membuat mereka mengerti perlunya mengizinkan saya membawanya pulang dan mereka setuju dengan saya. Ketika kami sampai di kamar mayat, mereka yang bertanggung jawab meminta saya untuk menandatangani dokumen yang diperlukan dan saya melakukannya. Mereka melepaskan jenazah tersebut kepada saya," imbuh dia.
Orang tua Deborah yang masih berduka mengatakan bahwa mereka tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan atau dilakukan sehubungan dengan kehilangan putri mereka, tetapi telah memutuskan untuk menyerahkan segalanya di tangan Tuhan.
Berbicara dengan Daily Post Nigeria, Senin (16/5/2022), sang Ayah, Emmanuel Garba, yang merupakan petugas keamanan di Negara Bagian Niger mengatakan, “Kami tidak bisa mengatakan atau melakukan apa pun, kecuali menganggapnya sebagai takdir Tuhan. Kami telah menyerahkan semuanya kepada Tuhan, kami telah memutuskan untuk menerimanya seperti itu."
Tentang siapa yang membawa kembali jenazah mendiang putrinya dari Negara Bagian Sokoto, sang Ayah menjelaskan bahwa dia sendiri yang pergi dan membawa pulang jenazahnya untuk dimakamkan.
“Saya secara pribadi pergi dan membawa kembali tubuh putri saya untuk memungkinkan saya menguburkan putri saya sendiri. Ini karena menahannya di kamar mayat tidak akan mengembalikannya," katanya.
“Ketika saya sampai di sana, saya bertemu dengan pejabat pemerintah dan membuat mereka mengerti perlunya mengizinkan saya membawanya pulang dan mereka setuju dengan saya. Ketika kami sampai di kamar mayat, mereka yang bertanggung jawab meminta saya untuk menandatangani dokumen yang diperlukan dan saya melakukannya. Mereka melepaskan jenazah tersebut kepada saya," imbuh dia.
Lihat Juga :