Rusia Tolak Tawaran Turki Evakuasi Tentara Ukraina dari Pabrik Baja Mariupol

Minggu, 15 Mei 2022 - 20:30 WIB
loading...
Rusia Tolak Tawaran...
Rusia Tolak Tawaran Turki Evakuasi Tentara Ukraina dari Pabrik Baja Mariupol. FOTO/Reuters
A A A
ANKARA - Turki telah mengusulkan untuk melakukan evakuasi tentara Ukraina yang terluka yang terdampar di kota pelabuhan selatan Mariupol. Juru bicara presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkonfirmasi.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Reuters, juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin menegaskan, bahwa dia sendiri telah membahas rencana untuk mengevakuasi tentara Ukraina yang terluka dari Mariupol dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Kyiv, dua minggu lalu.

Baca: Serangan Udara Rusia Hancurkan 28 Markas Unit Militer Ukraina

Ratusan tentara Ukraina di Mariupol, yang sekarang berada di bawah kendali Rusia setelah berminggu-minggu berada dalam pengepungan dan pemboman, terus melawan kemajuan Rusia dengan bertahan di pabrik baja Azovstal di kota itu.

Usulan Turki adalah untuk mengevakuasi tentara dari pabrik baja, membawa mereka melalui darat ke pelabuhan terdekat lainnya di Berdyansk, dan menempatkan mereka di kapal Turki yang akan mengangkut mereka melintasi Laut Hitam ke Istanbul.

"Kalau bisa seperti itu, kami senang melakukannya. Kami siap", kata Kalin, seperti dikutip dari Reuters. “Faktanya, kapal kami siap untuk pergi dan membawa tentara yang terluka dan warga sipil lainnya ke Turki,” lanjutnya.

Menurut Kalin, hambatan utama bagi rencana itu adalah penolakan Rusia untuk melanjutkannya. Namun, sikap itu mungkin berubah karena posisi Rusia "berubah dari hari ke hari”.

Baca: Dubes Antonov: Diplomat Rusia di AS Terancam dan Didorong untuk Berkhianat

"Mereka melihat situasi keamanan di lapangan dan dinamika lainnya, negosiasi mereka, koordinasi internal mereka sendiri. Jadi terkadang sulit untuk mendapatkan tanggapan tegas [atau] komitmen dari kedua belah pihak," tambahnya.

Juru bicara kepresidenan menegaskan kembali bahwa "Perahu itu masih di Istanbul. Kapal itu siap untuk berlayar tetapi kami menunggu izin terakhir dari pihak Rusia dan Ukraina untuk membawanya ke Berdyansk dan membawa tentara yang terluka itu ke Turki."

Sepanjang invasi Rusia ke Ukraina dan konflik yang sedang berlangsung, Turki telah memposisikan dirinya sebagai mediator antara Kiev dan Moskow, memfasilitasi negosiasi dan tampaknya hampir membawa mereka ke jalur proses perdamaian beberapa kali. Usulan Ankara untuk menyelamatkan tentara Ukraina yang terluka dari pabrik baja dipandang sebagai upaya terbaru untuk menengahi.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
Berita Terkini
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved