Serangan Udara Rusia Hancurkan 28 Markas Unit Militer Ukraina
Minggu, 15 Mei 2022 - 18:33 WIB
loading...
Serangan Udara Rusia Hancurkan 28 Markas Unit Militer Ukraina. FOTO/Reuters
A
A
A
MOSKOW - Pasukan pertahanan udara Rusia menembak jatuh enam pesawat tak berawak Ukraina , termasuk satu di atas Pulau Ular. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov, Sabtu (14/5/2022).
Konashenkov juga menambahkan bahwa pasukan Rusia juga mencegat rudal taktis Tochka-U dan tiga roket Smerch Ukraina.
Baca: Dubes Antonov: Diplomat Rusia di AS Terancam dan Didorong untuk Berkhianat
"Pada siang hari, pasukan rudal dan artileri Rusia menghantam 6 pos kontrol, 178 personel dan area konsentrasi kendaraan tempur, 3 bunker yang diperkuat, serta 28 unit artileri di posisi menembak, termasuk sistem roket peluncuran ganda Smerch di dekat pemukiman Beryozovka, " kata Konashenkov, seperti dikutip dari TASS.
Pasukan Dirgantara Rusia melenyapkan 28 markas unit militer Ukraina dan dua depot amunisi. “Pada siang hari, Pasukan Dirgantara Rusia menyerang 28 markas unit Angkatan Bersenjata Ukraina dan dua depot amunisi di dekat pemukiman Petrovskoye dan Zhovtnevoye melalui rudal presisi berbasis udara,” lanjut Konashenkov.
Konashenkov juga menambahkan bahwa pasukan Rusia juga mencegat rudal taktis Tochka-U dan tiga roket Smerch Ukraina.
Baca: Dubes Antonov: Diplomat Rusia di AS Terancam dan Didorong untuk Berkhianat
"Pada siang hari, pasukan rudal dan artileri Rusia menghantam 6 pos kontrol, 178 personel dan area konsentrasi kendaraan tempur, 3 bunker yang diperkuat, serta 28 unit artileri di posisi menembak, termasuk sistem roket peluncuran ganda Smerch di dekat pemukiman Beryozovka, " kata Konashenkov, seperti dikutip dari TASS.
Pasukan Dirgantara Rusia melenyapkan 28 markas unit militer Ukraina dan dua depot amunisi. “Pada siang hari, Pasukan Dirgantara Rusia menyerang 28 markas unit Angkatan Bersenjata Ukraina dan dua depot amunisi di dekat pemukiman Petrovskoye dan Zhovtnevoye melalui rudal presisi berbasis udara,” lanjut Konashenkov.
Lihat Juga :