Dubes Antonov: Diplomat Rusia di AS Terancam dan Didorong untuk Berkhianat

Minggu, 15 Mei 2022 - 17:00 WIB
loading...
Dubes Antonov: Diplomat...
Dubes Antonov: Diplomat Rusia di AS Terancam dan Didorong untuk Berkhianat. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Diplomat Rusia di Washington, Amerika Serikat (AS) diancam dengan kekerasan dan Dinas Intelijen AS mencoba melakukan kontak dengan mereka. Hal itu diungkapkan Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov.

Antonov mengatakan kepada televisi Rusia, bahwa sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, pertemuan tatap muka dengan pejabat AS telah berakhir.

Baca: Ukraina Tawarkan Tukar Tahanan Rusia dengan Pejuang Mariupol yang Terluka

"Ini seperti benteng yang dikepung. Pada dasarnya, kedutaan kami beroperasi di lingkungan yang tidak bersahabat. Karyawan kedutaan menerima ancaman, termasuk ancaman kekerasan fisik," katanya seperti dikutip dari kantor berita TASS.

"Setiap hari, demonstrasi anti-Rusia terjadi di dekat misi kami, tindakan hooliganisme dan vandalisme terjadi. Kawan-kawan saya, karyawan kedutaan menerima ancaman, termasuk ancaman kekerasan fisik," lanjutnya.

Menurutnya, agen dari Dinas Keamanan AS berkeliaran di luar kedutaan Rusia, membagikan nomor telepon CIA dan FBI, yang dapat dihubungi untuk menjalin kontak. “Perwakilan AS berusaha untuk mendorong diplomat dan militer Rusia ke dalam pengkhianatan dengan membuat pernyataan tertentu,” kata Antonov.

"Yang mengerikan di sini adalah politisi terkenal, yang agak saya hormati di masa lalu, yang pengetahuannya saya junjung tinggi, sekarang menerbitkan seruan kepada diplomat dan militer Rusia di media AS untuk beralih ke sisi yang disebut demokrasi,” ungkap Antonov.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Dipaksa Trump, Israel...
Dipaksa Trump, Israel Hentikan Serangan ke Iran tapi Tidak ke Lebanon
Rekomendasi
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Ole Romeny Bawa Timnas...
Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Unggul Cepat atas Mozambik
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved