Erdogan Tolak Finlandia dan Swedia Gabung NATO karena Banyak Terorisnya
Sabtu, 14 Mei 2022 - 00:01 WIB
loading...
Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan Turki menolak Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO. Alasannya, dua negara itu menjadi rumah bagi banyak organisasi teroris. Foto/REUTERS/Yves Herman
A
A
A
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan tidak mungkin bagi Turki untuk mendukung rencana Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO . Alasannya, negara-negara Nordik tersebut adalah rumah bagi banyak organisasi teroris.
Meskipun Turki telah secara resmi mendukung ekspansi NATO sejak bergabung dengan pakta tersebut 70 tahun yang lalu, penentangannya dapat menimbulkan masalah bagi Swedia dan Finlandia mengingat anggota baru membutuhkan kesepakatan dengan suara bulat.
Rencana Finlandia untuk mengajukan keanggotaan NATO, yang diumumkan Kamis, dan harapan bahwa Swedia akan mengikuti, akan membawa ekspansi aliansi militer Barat yang ingin dicegah oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dengan meluncurkan invasi ke Ukraina.
Baca juga: Bersiap Gabung NATO, Finlandia: Tak Ada Ancaman Militer Langsung dari Rusia
"Kami mengikuti perkembangan mengenai Swedia dan Finlandia, tetapi kami tidak memiliki pandangan positif," kata Erdogan kepada wartawan pada Jumat (13/5/2022) di Istanbul, seraya menambahkan adalah kesalahan bagi NATO untuk menerima Yunani sebagai anggota di masa lalu.
"Sebagai Turki, kami tidak ingin mengulangi kesalahan serupa. Lebih jauh lagi, negara-negara Skandinavia adalah rumah bagi organisasi teroris," kata Erdogan, seperti dikutip Reuters.
Meskipun Turki telah secara resmi mendukung ekspansi NATO sejak bergabung dengan pakta tersebut 70 tahun yang lalu, penentangannya dapat menimbulkan masalah bagi Swedia dan Finlandia mengingat anggota baru membutuhkan kesepakatan dengan suara bulat.
Rencana Finlandia untuk mengajukan keanggotaan NATO, yang diumumkan Kamis, dan harapan bahwa Swedia akan mengikuti, akan membawa ekspansi aliansi militer Barat yang ingin dicegah oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dengan meluncurkan invasi ke Ukraina.
Baca juga: Bersiap Gabung NATO, Finlandia: Tak Ada Ancaman Militer Langsung dari Rusia
"Kami mengikuti perkembangan mengenai Swedia dan Finlandia, tetapi kami tidak memiliki pandangan positif," kata Erdogan kepada wartawan pada Jumat (13/5/2022) di Istanbul, seraya menambahkan adalah kesalahan bagi NATO untuk menerima Yunani sebagai anggota di masa lalu.
"Sebagai Turki, kami tidak ingin mengulangi kesalahan serupa. Lebih jauh lagi, negara-negara Skandinavia adalah rumah bagi organisasi teroris," kata Erdogan, seperti dikutip Reuters.
Lihat Juga :