Diplomat China: Sanksi Tak Akan Munculkan Perdamaian di Ukraina
Jum'at, 13 Mei 2022 - 04:20 WIB
loading...
A
A
A
AS membalas dengan memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dan memulai pasokan senjata ke Kiev. Sanksi juga diberlakukan sejumlah negara lain kepada Rusia, terutama dari Eropa yang merupakan sekutu AS.
Hingga kini banyak pihak mendesak China juga menjatuhkan sanksi pada Rusia atas invasi yang dilakukan Moskow ke Ukraina. Namun, Beijing mengambil sikap lain. Sebagai salah satu sekutu utama Rusia, China tak mau menjatuhkan sanksi ataupun mengecam langkah yang diambil Presiden Rusia Vladimir Putin.
China bahkan balik menuding kalau AS tidak tertarik pada perdamaian di Ukraina. Menurut China, AS melakukan segala yang bisa dilakukan agar konflik di negara itu berlangsung selama mungkin. Pernyataan blak-blakan itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Zhao Lijian.
“Sementara komunitas internasional menyerukan diakhirinya permusuhan, AS terus menambahkan bahan bakar ke api dan menunjukkan kesiapan untuk berperang sampai warga Ukraina terakhir,” tegas Zhao, mengacu pada bantuan keuangan yang sedang berlangsung dan pengiriman senjata dari Washington ke Kiev.
Hingga kini banyak pihak mendesak China juga menjatuhkan sanksi pada Rusia atas invasi yang dilakukan Moskow ke Ukraina. Namun, Beijing mengambil sikap lain. Sebagai salah satu sekutu utama Rusia, China tak mau menjatuhkan sanksi ataupun mengecam langkah yang diambil Presiden Rusia Vladimir Putin.
China bahkan balik menuding kalau AS tidak tertarik pada perdamaian di Ukraina. Menurut China, AS melakukan segala yang bisa dilakukan agar konflik di negara itu berlangsung selama mungkin. Pernyataan blak-blakan itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Zhao Lijian.
“Sementara komunitas internasional menyerukan diakhirinya permusuhan, AS terus menambahkan bahan bakar ke api dan menunjukkan kesiapan untuk berperang sampai warga Ukraina terakhir,” tegas Zhao, mengacu pada bantuan keuangan yang sedang berlangsung dan pengiriman senjata dari Washington ke Kiev.
(esn)
Lihat Juga :