Inggris Potong Bantuan, 40 Ribu Anak Suriah Berhenti Sekolah
Jum'at, 06 Mei 2022 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Dukungan keuangan Inggris untuk 133 sekolah yang dijalankan oleh badan amal itu berakhir pada 30 April di tengah pemotongan pemerintah pada total pengeluaran bantuan luar negeri.
Baca: Turki Tutup Wilayah Udara bagi Pesawat Rusia yang Terbang ke Suriah
Di antara pemotongan pengeluaran "tergesa-gesa" pemerintah Inggris senilai £4,2 miliar (USD5,2 miliar) yang diumumkan pada bulan Maret, Suriah adalah negara yang paling terpengaruh dengan 69 persen pendanaan yang dipotong, meskipun lebih dari satu dekade konflik dengan jutaan orang yang tinggal di kamp-kamp pengungsi dan pengungsian.
Salah satu orang tua Suriah, Abu Halid, yang anak-anaknya bersekolah di kamp pengungsian Mahmoodli di bagian utara negara itu, mengatakan kepada Guardian: "Jika sekolah ini ditutup, kami harus mengirim mereka ke sekolah yang meminta uang, tetapi kami tidak punya uang, bahkan untuk sewa, jadi kami membutuhkan sekolah untuk tetap buka."
Sebuah laporan yang dirilis hari ini oleh Action For Humanity, berjudul 'The Children Failed By The World: Dampak dari pengurangan sumbangan dan pemotongan anggaran bantuan pada 100.000+ anak-anak Suriah yang dipaksa keluar dari pendidikan penuh waktu' menemukan bahwa jumlah sekolah yang dikelola oleh Badan amal itu turun dari 157 menjadi 24 dalam waktu kurang dari setahun, dan angka ini bisa berkurang hingga nol pada Agustus 2022.
Baca: Turki Tutup Wilayah Udara bagi Pesawat Rusia yang Terbang ke Suriah
Di antara pemotongan pengeluaran "tergesa-gesa" pemerintah Inggris senilai £4,2 miliar (USD5,2 miliar) yang diumumkan pada bulan Maret, Suriah adalah negara yang paling terpengaruh dengan 69 persen pendanaan yang dipotong, meskipun lebih dari satu dekade konflik dengan jutaan orang yang tinggal di kamp-kamp pengungsi dan pengungsian.
Salah satu orang tua Suriah, Abu Halid, yang anak-anaknya bersekolah di kamp pengungsian Mahmoodli di bagian utara negara itu, mengatakan kepada Guardian: "Jika sekolah ini ditutup, kami harus mengirim mereka ke sekolah yang meminta uang, tetapi kami tidak punya uang, bahkan untuk sewa, jadi kami membutuhkan sekolah untuk tetap buka."
Sebuah laporan yang dirilis hari ini oleh Action For Humanity, berjudul 'The Children Failed By The World: Dampak dari pengurangan sumbangan dan pemotongan anggaran bantuan pada 100.000+ anak-anak Suriah yang dipaksa keluar dari pendidikan penuh waktu' menemukan bahwa jumlah sekolah yang dikelola oleh Badan amal itu turun dari 157 menjadi 24 dalam waktu kurang dari setahun, dan angka ini bisa berkurang hingga nol pada Agustus 2022.
Lihat Juga :