PBB Terus Coba Lakukan Evakuasi Warga Sipil dari Mariupol

Jum'at, 06 Mei 2022 - 07:12 WIB
loading...
PBB Terus Coba Lakukan...
PBB Terus Coba Lakukan Evakuasi Warga Sipil dari Mariupol. FOTO/Reuters
A A A
MARIUPOL - Operasi ketiga sedang dilakukan untuk mengevakuasi warga sipil dari kota pelabuhan Mariupol di Ukraina dan pabrik baja Azovstal yang terkepung. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PBB , Antonio Guterres kepada Dewan Keamanan PBB, Kamis (5/5/2022).

PBB dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) sejauh ini telah membantu hampir 500 warga sipil melarikan diri dari daerah itu selama dua operasi dalam seminggu terakhir. Namun, Guterres menolak untuk memberikan rincian tentang operasi baru itu "untuk menghindari kemungkinan keberhasilan."

Baca: Puluhan Warga Sipil Berhasil Melarikan Diri dari Pabrik Baja Mariupol

"Saya berharap bahwa koordinasi lanjutan dengan Moskow dan Kiev akan mengarah pada jeda kemanusiaan yang lebih banyak untuk memungkinkan warga sipil melewati pertempuran dan bantuan untuk menjangkau mereka yang membutuhkan," kata Guterres, seperti dikutip dari Reuters.

“Semua yang kita bisa lakukan untuk mengeluarkan orang-orang dari neraka ini," lanjutnya kepada Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang.

Sementara Kepala HAM PBB, Michelle Bachelet mengatakan kepada Dewan Keamanan, bahwa selama sekitar lima minggu dari akhir Februari di daerah sekitar Kiev, pasukan Rusia menargetkan warga sipil laki-laki yang mereka anggap mencurigakan.

Baca: Putin Setujui Keterlibatan PBB dalam Evakuasi Warga Sipil dari Mariupol

"Para pria ditahan, dipukuli, dieksekusi dengan cepat dan, dalam beberapa kasus, dibawa ke Belarus dan Rusia, tanpa sepengetahuan keluarga mereka, dan ditahan di fasilitas penahanan pra-sidang," kata Bachelet.

Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, menggambarkan krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh konflik sebagai "mengerikan" dan mengatakan meningkatnya korban sipil "sangat disesalkan." Dia meminta semua pihak untuk menahan diri secara maksimal untuk menghindari melukai warga sipil.

"Mengirimkan senjata tidak akan memberikan perdamaian dan konflik tidak memiliki pemenang," kata Zhang, mendorong pembicaraan untuk mengakhiri perang.

Baca: Pria Ini Evakuasi 200 Orang dari Mariupol dengan Mobil Van yang Rusak

Guterres juga telah memperingatkan bahwa invasi Rusia pada 24 Februari di Ukraina bahkan memberikan tekanan yang lebih besar pada negara berkembang.

Dia mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa dia siap untuk memfasilitasi pembicaraan tentang "mengintegrasikan kembali produksi pertanian Ukraina dan produksi makanan dan pupuk Rusia dan Belarusia ke pasar dunia, meskipun ada perang."

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
China Berhasil Lakukan...
China Berhasil Lakukan Uji Coba High-speed Flying Train
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved