Putin Setujui Keterlibatan PBB dalam Evakuasi Warga Sipil dari Mariupol

Rabu, 27 April 2022 - 09:00 WIB
loading...
Putin Setujui Keterlibatan...
Putin Setujui Keterlibatan PBB dalam Evakuasi Warga Sipil dari Mariupol. FOTO/Reuters
A A A
MARIUPOL - Presiden Rusia Vladimir Putin pada prinsipnya menyetujui keterlibatan PBB dan Komite Internasional untuk Palang Merah (ICRC) dalam evakuasi warga sipil dari pabrik baja yang terkepung di kota selatan Ukraina, Mariupol . Hal itu diungkapkan PBB, Selasa (26/4/2022).

Selama pertemuan di Moskow, Putin dan Sekjen PBB Antonio Guterres membahas situasi di pabrik baja besar Azovstal, di mana para pejuang terakhir Ukraina di Mariupol bertahan di sana setelah berbulan-bulan berada dalam pengepungan dan pemboman Rusia.



"Diskusi lanjutan akan dilakukan dengan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan dan Kementerian Pertahanan Rusia," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan, seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya pada hari Selasa, Putin mengatakan kepada Presiden Turki Tayyip Erdogan bahwa tidak ada operasi militer yang sedang berlangsung di Mariupol dan bahwa Kiev harus "bertanggung jawab" atas orang-orang yang bersembunyi di pabrik baja Azovstal.

Ukraina pada hari Senin meminta PBB dan ICRC untuk terlibat dalam evakuasi warga sipil dari Azovstal. Guterres diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev pada Kamis (28/2/2022).



Selama konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Guterres mengatakan dia telah mengusulkan "Kelompok Kontak Kemanusiaan" dari pejabat Rusia, Ukraina dan PBB "untuk mencari peluang untuk pembukaan koridor yang aman, dengan penghentian permusuhan lokal, dan untuk menjamin bahwa mereka benar-benar efektif".

Moskow menggambarkan invasi 24 Februari ke Ukraina sebagai "operasi militer khusus" dan menyangkal menargetkan warga sipil. Ia menyalahkan Ukraina atas kegagalan berulang koridor kemanusiaan.



Pada 21 April, Rusia menyatakan kemenangan di Mariupol, meskipun pasukan Ukraina yang tersisa bertahan di kompleks bawah tanah yang luas di bawah Azovstal.

Pada awal pekan ini, Rusia mengatakan akan membuka koridor kemanusiaan bagi warga sipil untuk meninggalkan pabrik baja. Namun, Ukraina mengatakan tidak ada kesepakatan seperti itu dan bahwa Rusia masih menyerang wilayah tersebut.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Rusia Kecam Trump karena...
Rusia Kecam Trump karena Mengancam Akan Mengebom Iran
Antisipasi Eskalasi...
Antisipasi Eskalasi dengan NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Trump akan Modernisasi...
Trump akan Modernisasi Persenjataan Nuklir AS Tanpa Menambah Jumlah
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
BCL Alami Gangguan Kecemasan...
BCL Alami Gangguan Kecemasan hingga Rutin Konsultasi
Garda Satu Apresiasi...
Garda Satu Apresiasi Kebijakan Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan
Polisi Dibegal di Jalan...
Polisi Dibegal di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang Bekasi, Motornya Dibawa Kabur Pelaku
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
3 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
6 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
6 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
7 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
8 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
9 jam yang lalu
Infografis
Kabar 100 Warga Gaza...
Kabar 100 Warga Gaza Dikirim ke Indonesia Disangkal Kemlu
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved