Kasus Bunuh Diri Meningkat di Kapal Induk AS, Para Pelaut Direlokasi

Kamis, 05 Mei 2022 - 08:01 WIB
loading...
Kasus Bunuh Diri Meningkat...
Kapal induk USS George Washington mengikuti latihan angkatan laut ANNUALEX 21G di Okinawa, Jepang. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memutuskan mengizinkan pelaut yang tinggal di kapal induk USS George Washington untuk pindah ke akomodasi lain setelah serangkaian kasus bunuh diri di atas kapal induk bertenaga nuklir itu.

Kapal induk tersebut telah berlabuh kering di Virginia sejak 2017 dan sedang menjalani proses perombakan dan pengisian bahan bakar yang ekstensif.

“Rencana pemindahan akan berlanjut sampai semua Pelaut yang ingin pindah dari kapal telah melakukannya,” papar pernyataan Angkatan Udara Angkatan Laut Atlantik, dilansir RT.com pada Rabu (4/5/2022).

Baca juga: Terungkap, AS Latih Tentara Ukraina di Bekas Pangkalan Nazi Wehrmacht

Meski kapal tidak sepenuhnya diawaki selama proses perbaikan, kira-kira setengah dari 5.000 pasukan penuhnya terus bekerja di sana.

Baca juga: Strategi Baru AS Berusaha Persenjatai Jepang untuk Lawan China

Sekitar 420 pelaut tinggal di kapal yang berlabuh kering. Langkah itu dimulai pada Senin, dengan lebih dari 200 pelaut sudah meninggalkan kapal induk dan pindah ke darat ke fasilitas Angkatan Laut terdekat.

Baca juga: Militer Ukraina Mengakui Hantu Kiev adalah Tipuan Kosong

Keputusan mengizinkan pelaut untuk tidak tinggal di kapal yang sedang menjalani perbaikan datang setelah serangkaian kematian di kapal induk.

Selama 12 bulan terakhir, tujuh anggota awak USS George Washington telah meninggal, termasuk setidaknya empat orang karena bunuh diri.

Tiga kematian terjadi dalam waktu kurang dari sepekan di bulan April, tampaknya memicu proses relokasi.

Berbicara selama meja bundar media pada Selasa, Komandan Angkatan Udara Atlantik AS Laksamana John Meier mengakui keputusan mengerahkan pelaut ke kapal yang masih menjalani perbaikan mungkin terlalu dini.

“Jika saya tahu apa yang saya ketahui hari ini, saya pikir kami jelas akan menunda pergerakan awak kapal,” ujar komandan itu.

Menurut laporan media, pelaut telah berulang kali mengeluh tentang kondisi di atas kapal, menggambarkan bunyi konstruksi yang keras, ventilasi dan pemadaman air panas, perjalanan panjang ke dan dari kapal, di antara keluhan lainnya.

Meier sendiri mengakui mengetahui beberapa awak menghabiskan lebih dari tiga jam sehari hanya untuk pergi ke kapal induk.

Angkatan Laut telah meluncurkan dua penyelidikan terpisah untuk menyelidiki apakah rangkaian kematian terkait dan untuk menetapkan apakah lonjakan bunuh diri terkait kondisi hidup dan kerja atau dengan "iklim komando" di atas kapal.

“Kami telah menugaskan petugas investigasi untuk menyelidiki itu dan benar-benar menyelidiki penyebab terdekatnya. Apakah ada pemicu langsung? Apakah ada keterkaitan antara peristiwa-peristiwa itu? Saya berharap laporan itu keluar pekan ini, dan saya tidak akan mengandaikan hasil laporan itu,” ujar Meier, menambahkan terserah atasannya apakah laporan itu akan dipublikasikan atau tidak.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved