Trump: Putin Tidak Menghormati Kepemimpinan Amerika Lagi

Selasa, 03 Mei 2022 - 21:14 WIB
loading...
Trump: Putin Tidak Menghormati...
Mantan Presiden AS Donald Trump sebut Presiden Rusia Vladimir Putin tidak lagi menghormati kepemimpinan Amerika. Foto/Salon
A A A
WASHINGTON - Presiden Rusia Vladimir Putin tidak lagi menghormati kepemimpinan Amerika dan menunjukkan kurangnya rasa hormat ini dengan berbicara tentang senjata nuklir “sepanjang waktu.” Hal itu diungkapkan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump .

Berbicara pada rapat umum di Nebraska pada hari Minggu lalu, Trump mengklaim bahwa tidak seperti pemerintahan Joe Biden, di bawah kepemimpinannya Amerika kuat, Amerika dihormati, tidak seperti sebelumnya.

“Sekarang para pemimpin negara lain bahkan tidak membalas panggilan telepon Presiden Amerika Serikat,” katanya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (3/5/2022).

Trump tampaknya merujuk pada laporan Maret lalu bahwa para pemimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menolak untuk mengatur panggilan telepon dengan Biden untuk membahas melonjaknya harga minyak.

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi dan UEA Kompak Tolak Telepon dari Biden, Apa Sebabnya?

Trump mengatakan Biden tidak tahu apa yang terjadi, merujuk pada insiden baru-baru ini di mana Biden yang berusia 79 tahun tampak menawarkan jabat tangan tanpa ada seorang pun di sana untuk menerimanya. Putin, di sisi lain, berbicara tentang senjata nuklir sepanjang waktu, kata Trump.

Trump mengklaim tidak ada yang pernah berbicara tentang senjata nuklir sebelumnya.

“Anda tidak berbicara tentang senjata nuklir, Anda hanya tidak membicarakannya, itu terlalu menghancurkan,” kata Trump, juga menunjukkan bahwa pemerintahannya benar-benar membangun kembali persenjataan nuklirnya karena “orang lain” melakukan hal yang sama.

"Putin hanya membicarakannya sekarang karena dia tidak menghormati kepemimpinan AS," ujar Trump.

Serangan Rusia ke Ukraina terjadi karena kelemahan dan ketidakmampuan AS di bawah Biden, yang katanya ditunjukkan oleh penarikan tergesa-gesa dari Afghanistan tahun lalu.

Baca juga: Biden Haramkan Kapal Rusia Berlabuh di AS

Pekan lalu, Putin memperingatkan pasukan luar agar tidak ikut campur dalam konflik Ukraina, menjanjikan respons “secepat kilat” terhadap tindakan semacam itu dengan menggunakan persenjataan paling canggih Moskow.

Dia menambahkan bahwa pihak berwenang Rusia telah membuat semua keputusan yang diperlukan untuk mempersiapkan respons seperti itu.

Sementara itu, dalam wawancara baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa ketika Trump masih menjadi presiden, Moskow mencoba membujuknya untuk berkomitmen kembali pada pernyataan 1987 oleh para pemimpin AS dan Soviet bahwa tidak ada pemenang dalam perang nuklir, dan perang seharusnya tidak pernah terjadi.

Sementara pemerintahan Trump menolak untuk melakukannya, Joe Biden dengan cepat setuju dengan Moskow, kata Lavrov.

Namun, tambahnya, dalam beberapa bulan terakhir situasinya telah memburuk ke titik di mana ada ancaman perang nuklir yang nyata dan serius.

Baca juga: Putin Ancam Serang NATO dengan Nuklir, Isyarat Bakal Perang Dunia III

Pada akhir Februari, beberapa hari setelah meluncurkan serangan militer ke Ukraina, presiden Rusia memerintahkan pasukan nuklir negara itu untuk berada dalam siaga tempur tinggi, mengutip “sanksi tidak sah” terhadap Rusia dan “pernyataan agresif” oleh pejabat Barat.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved