Biden Haramkan Kapal Rusia Berlabuh di AS

Jum'at, 22 April 2022 - 02:15 WIB
loading...
Biden Haramkan Kapal...
Presiden Joe Biden melarang kapal Rusia untuk berlabuh di pelabuhan AS. Foto/Independent
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan mengikuti jejak Uni Eropa dan melarang semua kapal yang berafiliasi dengan Rusia untuk berlabuh di pelabuhannya. Hal itu diumumkan langsung oleh Presiden AS Joe Biden .

Larangan ini berlaku untuk semua kapal yang mengibarkan bendera Rusia, dimiliki, atau dioperasikan oleh entitas dari negara tersebut.

“Tidak ada kapal, tidak ada kapal yang berlayar di bawah bendera Rusia, atau yang dimiliki atau dioperasikan oleh kepentingan Rusia, akan diizinkan untuk berlabuh di pelabuhan AS atau mengakses pantai kami. Tidak ada,” kata Biden di Gedung Putih, setelah bertemu dengan Perdana Menteri Ukraina , seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (22/4/2022).



Selain mengharamkan kapal Rusia berlabuh pelabuhan, Biden juga mengumumkan sebuah program untuk membebaskan warga Ukraina berimigrasi ke AS secara langsung, bantuan ekonomi langsung senilai USD500 juta ke Kiev – dengan total USD1 miliar sejak Februari – dan $800 juta lagi dalam bentuk senjata, amunisi, dan peralatan.

"Bantuan baru akan melihat puluhan howitzerdan 144.000 butir amunisi dikirim ke militer Ukraina," kata Biden.

AS juga berbagi data "intelijen tepat waktu yang signifikan" dengan Kiev dan mengoordinasikan pengiriman senjata dari sekutu dan mitranya, "mengirimnya langsung ke garis depan kebebasan," kata Biden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved