Unik, Warga Ukraina Bikin Gantungan Kunci Berbahan Puing Jet Tempur Rusia
Senin, 02 Mei 2022 - 20:15 WIB
loading...
Unik, Warga Ukraina Bikin Gantungan Kunci Berbahan Puing Jet Tempur Rusia. FOTO/Reuters
A
A
A
KIEV - Seorang pengusaha Ukraina mengubah puing-puing jet tempur Rusia yang jatuh menjadi gantungan kunci souvenir. Ia bahkan menjualnya ke luar negeri untuk mendukung upaya perang.
"Banyak teman saya memberi tahu saya: 'USD1.000 - tidak ada yang akan memberi Anda ini untuk sepotong logam ini, ini gila," kata Iurii Vysoven, pendiri Drone untuk Ukraina, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Rusia Pastikan Jadwal Keluar dari Stasiun Luar Angkasa Internasional
"Di pagi hari, saya bangun dan melihat di ponsel saya sudah terkumpul USD20.000 hingga USD30.000, dan kami melihat aliran pesan terus-menerus dari orang-orang yang bertanya dan memberi tahu kami bahwa mereka ingin menyumbang lebih banyak. Mereka juga memberi tahu kami bahwa itu adalah ide yang luar biasa," lanjutnya.
Pesawat itu adalah pembom tempur taktis dua tempat duduk Su-34 Rusia yang menurut militer Ukraina ditembak jatuh di atas kota Borodianka, barat laut Kiev, pada awal Maret. Pesawat itu ditembak ketika pasukan Rusia berusaha merebut dan menguasai daerah tersebut.
"Banyak teman saya memberi tahu saya: 'USD1.000 - tidak ada yang akan memberi Anda ini untuk sepotong logam ini, ini gila," kata Iurii Vysoven, pendiri Drone untuk Ukraina, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Rusia Pastikan Jadwal Keluar dari Stasiun Luar Angkasa Internasional
"Di pagi hari, saya bangun dan melihat di ponsel saya sudah terkumpul USD20.000 hingga USD30.000, dan kami melihat aliran pesan terus-menerus dari orang-orang yang bertanya dan memberi tahu kami bahwa mereka ingin menyumbang lebih banyak. Mereka juga memberi tahu kami bahwa itu adalah ide yang luar biasa," lanjutnya.
Pesawat itu adalah pembom tempur taktis dua tempat duduk Su-34 Rusia yang menurut militer Ukraina ditembak jatuh di atas kota Borodianka, barat laut Kiev, pada awal Maret. Pesawat itu ditembak ketika pasukan Rusia berusaha merebut dan menguasai daerah tersebut.
Lihat Juga :