Zelensky Bersyukur pada Neo-Nazi Azov, Klaim Ukraina Hampir Tak Punya Radikal

Senin, 02 Mei 2022 - 14:01 WIB
loading...
Zelensky Bersyukur pada...
Batalion relawan Azov dikelola kelompok ekstremis dan memiliki simbol Kait Serigala neo-Nazi yang dimodifikasi. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada jaringan ERT Yunani bahwa dia berterima kasih kepada batalion neo-Nazi Azov dan "sukarelawan" lainnya, siapa pun mereka.

Dia juga menegaskan keyakinannya bahwa "hampir tidak ada" seruan radikalisme di Ukraina.

Pada 7 April 2022, ketika Zelensky berpidato di parlemen Yunani, dua militan Yunani dari batalyon neo-Nazi Azov juga menyampaikan pidato kepada para anggota parlemen, yang memicu kecaman di Yunani.

Baca juga: Menlu Rusia: Barat Baru Saja Mencuri Lebih dari Rp4.356 Triliun dari Moskow

Semua partai politik bersatu mengutuk kinerja neo-Nazi, dan pemerintah Yunani kemudian mencap penampilan mereka sebagai "kesalahan".

Baca juga: Turki Berjanji Dukung NATO jika Terjadi Serangan Sekecil Apapun

Dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (1/5/2022), Zelensky ditanya tentang sikapnya terhadap batalion Azov sehubungan dengan kemarahan publik terbaru.

Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Bertemu Ketua DPR AS Pelosi di Kiev

Presiden Ukraina yang berbicara dalam bahasa Ukraina dan Inggris selama wawancara, mengatakan pada 2014, "sukarelawan dari berbagai bagian negara bersatu untuk membela Ukraina" karena negara itu tidak memiliki tentara "kuat" seperti yang "memiliki" hari ini.

Namun, dia mengaku bisa melihat perbedaan antara militer Ukraina dan batalyon nasionalis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved