Afrika Selatan di Ambang Gelombang Kelima Pandemi Covid-19

Sabtu, 30 April 2022 - 17:37 WIB
loading...
Afrika Selatan di Ambang...
Afrika Selatan di Ambang Gelombang Kelima Pandemi Covid-19. FOTO/Reuters
A A A
JOHANNESBURG - Afrika Selatan (Afsel) mungkin memasuki gelombang kelima COVID-19 lebih awal dari yang diperkirakan setelah peningkatan infeksi yang berkelanjutan selama 14 hari terakhir yang tampaknya didorong oleh sub-varian Omikron BA.4 dan BA.5.

Negara yang mencatat kasus virus corona dan kematian terbanyak di benua Afrika itu baru keluar dari gelombang keempat sekitar Januari, dan telah memperkirakan gelombang kelima bisa dimulai pada Mei atau Juni, awal musim dingin di belahan bumi selatan.

Baca: 61 dari 600 Penumpang Pesawat dari Afsel ke Belanda Dinyatakan Positif Covid

Menteri Kesehatan Joe Phaahla mengatakan dalam sebuah pengarahan, meskipun rawat inap meningkat, sejauh ini tidak ada perubahan dramatis dalam kematian atau penerimaan ke unit perawatan intensif.

“Pada tahap ini, otoritas kesehatan belum disiagakan adanya varian baru, selain perubahan dominan yang beredar, Omicron,” kata Phaahla, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/4/2022).

Spesialis penyakit menular Richard Lessells mengatakan pada pengarahan yang sama, bahwa berkurangnya kekebalan dari gelombang sebelumnya dapat berkontribusi pada kebangkitan kasus yang lebih awal dari perkiraan.

Baca: Presiden Afsel Salahkan NATO atas Perang Rusia-Ukraina

Menurut Lessells, meningkatnya pangsa infeksi yang dikaitkan dengan sub-garis keturunan BA.4 dan BA.5 dari Omicron menunjukkan bahwa mereka memiliki keunggulan pertumbuhan dibandingkan sub-varian Omicron lainnya seperti BA.2.

“Namun sejauh ini, tidak ada tanda bahwa BA.4 dan BA.5 menyebabkan penyakit yang jauh lebih parah,” kata Waasila Jassat dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular.

Afrika Selatan telah melaporkan lebih dari 3,7 juta kasus COVID-19 dan lebih dari 100.000 kematian selama pandemi. Pada hari Kamis, kantor Organisasi Kesehatan Dunia Afrika menandai peningkatan infeksi Afrika Selatan sebagai pendorong utama peningkatan di benua Afrika.

Baca: Banjir Tewaskan 400 Warga Afsel, Pencarian Korban Selamat Terus Dilakukan

Pejabat kesehatan senior Nicholas Crisp juga mengatakan pada hari Jumat, bahwa negara itu memiliki dosis vaksin yang cukup dan tidak berencana untuk membeli lebih banyak.

Dia menambahkan, pemerintah tidak berniat membeli pil pengobatan COVID-19 Pfizer Paxlovid untuk pasien sektor publik, antara lain karena harganya sangat mahal.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Berita Terkini
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved