Lavrov: Rusia Tidak Mengancam Siapapun dengan Perang Nuklir

Sabtu, 30 April 2022 - 03:25 WIB
loading...
A A A
“Misalnya, puluhan kapal asing diblokir di Laut Hitam dan Azov di wilayah Ukraina karena mereka berada di bawah sanksi. Kami siap membebaskan mereka, tetapi pemerintah Ukraina tidak bekerja sama dengan kami dalam masalah ini,” ungkap Lavrov.

Mengomentari skema pembayaran gas yang diusulkan Rusia, dia mencatat bahwa mayoritas mitra Rusia telah setuju membayar gas dalam rubel.

Di bawah aturan baru, Gazprombank akan membuka mata uang khusus dan rekening rubel bagi pembeli asing untuk membayar gas.

Pembeli akan dapat mentransfer uang ke rekening mata uang, dengan bank menjualnya di Bursa Moskow.

Kemudian rubel akan ditransfer ke rekening pembeli gas, yang kemudian dapat menyelesaikan pembayaran dengan pemasok, Gazprom.

Kesimpulan utama yang ditarik Rusia, menurut Lavrov, adalah Moskow tidak dapat bergantung pada Barat dalam hal isu-isu strategis seperti pasokan makanan, teknologi, ekonomi, dan lainnya.

Dan meskipun ada kemungkinan hubungan antara Rusia dan Barat akan diperbarui, Lavrov menekankan Rusia harus "swasembada di bidang-bidang utama kehidupan negara."

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
BEM SI Kerakyatan Jakarta...
BEM SI Kerakyatan Jakarta Datangi Gedung DPR, Desak Harga BBM Diturunkan
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved