Lavrov: Rusia Tidak Mengancam Siapapun dengan Perang Nuklir
Sabtu, 30 April 2022 - 03:25 WIB
loading...
A
A
A
Sementara pemerintahan Donald Trump menolak menerima pernyataan seperti itu, pernyataan tersebut diadopsi setelah pertemuan pertama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden di Jenewa.
Lavrov melanjutkan dengan mengatakan Moskow tidak menganggap dirinya berperang dengan NATO, “Karena itu akan menjadi langkah yang akan meningkatkan risiko dari apa yang baru saja kita diskusikan (perang nuklir)."
“Sayangnya, ada perasaan bahwa NATO percaya bahwa mereka sedang berperang dengan Rusia. NATO, AS, para pemimpin Eropa, banyak di antaranya, khususnya di Inggris, AS, Polandia, Prancis, Jerman, dan tentu saja, kepala diplomasi Eropa (Josep) Borrell langsung mengatakan bahwa (Presiden Rusia Vladimir) Putin harus kalah, Rusia harus dikalahkan," tutur dia.
Lavrov juga menyoroti Rusia tidak menggunakan tentara bayaran asing, termasuk dari Suriah, di Ukraina.
"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Suriah memiliki keprihatinan mereka sendiri," ujar menteri itu kepada Al Arabiya.
Menteri luar negeri Rusia kemudian beralih ke kegiatan laboratorium biologi AS di Ukraina. Dia mengatakan Moskow percaya masalah itu harus diselidiki.
Dia menggarisbawahi, “Rusia menginginkan kejelasan, dan akan bersikeras untuk mendapatkan jawaban."
Dia juga menyelidiki bagaimana sanksi Barat, yang diberlakukan setelah dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina, telah berdampak pada rantai makanan, yang secara efektif menjadi salah satu penyebab krisis pangan global.
Lavrov melanjutkan dengan mengatakan Moskow tidak menganggap dirinya berperang dengan NATO, “Karena itu akan menjadi langkah yang akan meningkatkan risiko dari apa yang baru saja kita diskusikan (perang nuklir)."
“Sayangnya, ada perasaan bahwa NATO percaya bahwa mereka sedang berperang dengan Rusia. NATO, AS, para pemimpin Eropa, banyak di antaranya, khususnya di Inggris, AS, Polandia, Prancis, Jerman, dan tentu saja, kepala diplomasi Eropa (Josep) Borrell langsung mengatakan bahwa (Presiden Rusia Vladimir) Putin harus kalah, Rusia harus dikalahkan," tutur dia.
Lavrov juga menyoroti Rusia tidak menggunakan tentara bayaran asing, termasuk dari Suriah, di Ukraina.
"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Suriah memiliki keprihatinan mereka sendiri," ujar menteri itu kepada Al Arabiya.
Menteri luar negeri Rusia kemudian beralih ke kegiatan laboratorium biologi AS di Ukraina. Dia mengatakan Moskow percaya masalah itu harus diselidiki.
Dia menggarisbawahi, “Rusia menginginkan kejelasan, dan akan bersikeras untuk mendapatkan jawaban."
Dia juga menyelidiki bagaimana sanksi Barat, yang diberlakukan setelah dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina, telah berdampak pada rantai makanan, yang secara efektif menjadi salah satu penyebab krisis pangan global.
Lihat Juga :